BMKG: Belum Ada Bukti Berkaitan dengan Aktivitas Gunung
JAKARTA, Barometer99.com — Fenomena air laut yang terlihat surut di kawasan pesisir dekat Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial.
Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan pihaknya belum menemukan bukti yang menunjukkan bahwa surutnya air laut tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga 6 September 2026 pukul 07.30 WIB, kondisi muka laut di sekitar Selat Sunda masih mengikuti pola pasang-surut astronomis normal. Jaringan pemantauan seismik BMKG juga tidak mendeteksi adanya sinyal longsoran besar pada tubuh gunung, perpindahan massa bawah laut, maupun gempa tektonik yang berpotensi memicu tsunami.
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan kondisi laut, khususnya bagi warga yang berada di kawasan pesisir.
Hartanto mengingatkan, apabila air laut tiba-tiba surut dengan cepat dan tidak sesuai dengan pola pasang-surut normal, terlebih jika disertai suara gemuruh kuat atau muncul gelombang yang tidak biasa, masyarakat diminta segera menjauh dari pantai.
Warga dianjurkan menuju tempat yang lebih tinggi serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD.
BMKG menegaskan, fenomena air laut surut yang terekam dalam video tersebut sebaiknya dipandang sebagai kondisi lokal dan belum dapat dijadikan bukti adanya tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.












