BAROMETER99,PALEMBANG – 5 September 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPW Perhiptani) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan kunjungan audiensi strategis ke Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumsel.
Pertemuan ini mempertemukan dua pilar penting pertanian guna mempercepat swasembada pangan sekaligus menjajaki peluang investasi teknologi modern di Bumi Sriwijaya.
Ketua DPW Perhiptani Sumsel, Listoyo, beserta jajaran pengurus, disambut langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel, Medi Ahmazon. Pertemuan yang berlangsung hangat ini berfokus pada sinkronisasi peran penyuluh lapangan dengan gerakan pemberdayaan petani, serta perluasan akses sarana produksi pertanian global.
Medi Ahmazon menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional membutuhkan percepatan teknologi dan dukungan modal yang kuat untuk peningkatan Provitas melaluai program PM-AAS apa yang sudah dicanangkan oleh Pak Prabowo melalui Dewan Pembina Sudaryono yang dikuatkan kembali oleh Ketua Umum DPN Don Muzakir.

Dalam audiensi ini, kedua lembaga secara khusus membahas peluang kemitraan dengan investor dan produsen teknologi asal Republik Rakyat China (RRC), salah satunya adalah raksasa manufaktur Jinpeng Group.
“Kita sedang menjajaki kerja sama strategis multi-sektor yang mencakup dukungan permodalan melalui investasi langsung (Foreign Direct Investment), penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) berbasis listrik hemat energi dari RRC, serta pemenuhan kebutuhan pupuk berkualitas tinggi. Ini adalah langkah konkret untuk menurunkan biaya produksi petani di lapangan,” ujar Medi Ahmazon.
Penggunaan alsintan ramah lingkungan seperti armada angkut roda tiga elektrik dan mesin pengolah lahan otomatis dinilai menjadi solusi cerdas di tengah mahalnya bahan bakar minyak (BBM). Selain itu,
adopsi teknologi pupuk organik hayati dari RRC diharapkan mampu memulihkan kesuburan tanah sekaligus mengatasi isu kelangkaan pupuk subsidi di tingkat desa.
Ketua DPW Perhiptani Sumsel, Listoyo, yang diwakili oleh Ki Agus, menyambut baik terobosan tersebut.
Menurutnya, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan menjadi sangat vital sebagai jembatan edukasi dan alih teknologi dari mitra RRC langsung kepada para kelompok tani. Perhiptani berkomitmen mengawal bersama Tani Merdeka dari sisi keilmuan dan bimbingan teknis di lapangan agar adopsi alsintan modern ini berjalan maksimal melalui kerjasama dengan PT. Jinpeng asal RRC.
Melalui sinergi lintas negara dan penguatan kelembagaan lokal ini, kedua organisasi optimistis petani Sumatera Selatan akan semakin berdaya, mandiri, dan mampu memperkokoh posisi Sumsel sebagai lumbung pangan utama nasional.












