Unsri Tegaskan Komitmen Berdampak bagi Negeri dan Perkuat Kiprah Internasional
PALEMBANG, Barometer99.com — Universitas Sriwijaya (Unsri) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa melalui penguatan kualitas pendidikan, prestasi akademik, serta perluasan jejaring internasional. Komitmen tersebut menjadi semangat utama dalam malam puncak peringatan Dies Natalis ke-66 Unsri yang mengusung tema “UNSRI Bersatu, Berdampak bagi Negeri”.
Perayaan yang berlangsung di Graha Sriwijaya, Minggu (31/10/2026), dihadiri Rektor Unsri Prof. Taufik Marwa, para guru besar, mantan rektor, civitas akademika, serta mitra perbankan dan sponsor.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan perjalanan panjang Unsri dalam dunia pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Wakil Rektor I Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., mengatakan bahwa tema Dies Natalis ke-66 mencerminkan tekad universitas untuk terus memberikan dampak positif melalui berbagai program dan kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kontribusi Unsri tidak hanya diarahkan untuk mendukung kemajuan Provinsi Sumatera Selatan, tetapi juga mengambil peran lebih luas dalam pembangunan Indonesia.
“Sesuai dengan temanya, Unsri berupaya untuk terus menampilkan kontribusi terbaik dalam berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di tingkat regional Sumatera Selatan maupun nasional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang terus dikembangkan Unsri adalah memperluas hubungan internasional melalui kehadiran mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Pada tahun ini, Unsri menerima sekitar 250 mahasiswa asing. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan tinggi, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya dan memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Unsri terus mendatangkan mahasiswa asing untuk belajar dan mengenal kebudayaan Indonesia, sekaligus memperkenalkan Unsri ke kancah internasional di tingkat Asia Tenggara dan global,” jelasnya.
Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Unsri sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi internasional, sekaligus mampu meningkatkan daya saing lulusan dan kualitas pendidikan.
Rujito juga menyoroti pencapaian strategis Unsri yang kini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Status tersebut menempatkan Unsri dalam kelompok perguruan tinggi negeri yang memiliki otonomi lebih luas dalam pengelolaan institusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan status tersebut, Unsri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat inovasi, serta mendorong prestasi di berbagai bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan, usia ke-66 harus menjadi momentum bagi seluruh elemen universitas untuk terus bergerak maju, menjaga kekompakan, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa.
Apresiasi Prestasi dan Semarakkan Kebersamaan
Malam puncak Dies Natalis ke-66 Unsri juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pimpinan serta pengumuman pemenang berbagai perlombaan yang digelar dalam rangkaian peringatan tersebut.
Sejumlah kategori yang diumumkan meliputi program studi berdampak, zona integritas, kampus sehat, hingga lomba memasak nasi goreng. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya berprestasi sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kampus.
Suasana perayaan semakin meriah melalui penampilan Tari Gending Sriwijaya, pertunjukan Dharma Wanita Persatuan, paduan suara mahasiswa asing asal Myanmar, serta hiburan musik.
Kemeriahan berlanjut hingga penghujung acara melalui pembagian berbagai hadiah hiburan dan hadiah utama, termasuk paket umrah serta sepeda motor yang dipersembahkan oleh para sponsor.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-66 ini, Unsri diharapkan semakin memperkuat soliditas seluruh civitas akademika, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Tema “UNSRI Bersatu, Berdampak bagi Negeri” pun menjadi penegasan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari pencapaian institusi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dihasilkan bagi daerah, bangsa, dan masyarakat dunia.












