Palembang, Barometer99.com — Warga Jalan Kapten Abdullah, Lorong Perguruan, Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Palembang dikagetkan oleh penemuan jenazah seorang pria di dalam rumahnya pada Kamis (1/10/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Korban diketahui berinisial SBA (33). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak angkatnya, MD (16), usai pulang makan malam bersama ibu dan saudara-saudaranya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat mengunggah sebuah pesan melalui fitur status WhatsApp miliknya pada pukul 20.53 WIB. Dalam unggahan tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf serta ucapan terima kasih kepada kerabat dan rekan-rekannya.
”S mohon maaf lahir dan batin untuk semua teman dan saudara karena segala kesalahan dan khilaf S*** dan juga S** terima kasih atas segala kebaikan kalian semua 🙏🙏🙏” pesan yg tertulis di status WhatsApp nya.
Kapolsek Plaju AKP Sutioso, S.H., M.Si., melalui Kanit Reskrim Ipda Feby Julian Pratama, S.H., M.M., membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini terungkap saat keluarga korban mendapati pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci walau tidak ada jawaban saat diketuk.
”Ketika saksi masuk ke dalam rumah, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di area jendela depan,” ujar Kanit Reskrim Ipda Feby Jumat (2/10/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung meminta bantuan warga sekitar dan melapor kepada Ketua RT setempat, SH (60), yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Plaju bersama Tim Identifikasi langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon berwarna biru.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Ipda Feby Julian Pratama, hasil pemeriksaan awal di lokasi tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa tersebut diduga dipicu masalah keluarga.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk penanganan medis lebih lanjut.












