Polda Sumsel Edukasi Warga OKU Selatan Cegah Karhutla Sejak Dini

Polda Sumsel Edukasi Warga OKU Selatan Cegah Karhutla Sejak Dini

OKU SELATAN, Barometer99.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Polres OKU Selatan terus memperkuat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “STOP KARHUTLA”, jajaran kepolisian mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama untuk mencegah munculnya titik api sejak dini di Desa Sidodadi, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama jajaran pejabat utama Polres OKU Selatan. Turut hadir Camat Buay Pemaca Sainal Sagiman, S.E., Kapolsek Buay Pemaca, Kepala Desa Sidodadi Rudi Yanto, perangkat desa, para kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sidodadi.

Melalui dialog langsung bersama masyarakat, jajaran kepolisian tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga mendengarkan kondisi lapangan, memetakan wilayah rawan kebakaran, serta mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat memicu Karhutla, baik di kawasan permukiman, perkebunan, lahan kering, maupun kawasan hutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi strategi preventif Polda Sumatera Selatan dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pengendalian Karhutla. Pendekatan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah utama agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, perekonomian, dan aktivitas masyarakat.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

“Pencegahan Karhutla tidak dapat dibebankan kepada pemerintah dan aparat keamanan saja. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan sehingga kepedulian warga menjadi unsur penting dalam mencegah munculnya titik api,” ujar AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K.

Baca Juga :  Wujudkan Ketahanan Pangan di Pedalaman Papua, Satgas Yonif 521/DY Dukung Kemandirian Masyarakat Distrik Kurima

Ia mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, api yang semula terlihat kecil dapat dengan cepat meluas ketika mengenai vegetasi kering sehingga sulit dikendalikan apabila terlambat ditangani.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, kualitas udara, kerusakan lingkungan, serta kerugian ekonomi. Warga diminta tidak membuang puntung rokok maupun benda lain yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan perkebunan, lahan kering, maupun hutan.

“Ketika melihat kepulan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran yang berpotensi meluas, segera laporkan kepada aparat keamanan, pemerintah desa, atau pihak terkait. Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu agar penanganan dapat dilakukan sebelum api membesar,” tambah Kapolres.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan edukasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Sumatera Selatan agar seluruh kepala satuan wilayah lebih mengedepankan langkah pencegahan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat.

“Mitigasi Karhutla tidak selalu dimulai ketika api sudah muncul. Upaya yang paling menentukan justru dibangun melalui pengetahuan, kepedulian, dan komunikasi cepat di tingkat desa. Karena itu, jajaran diminta turun langsung, berdialog, serta memastikan masyarakat mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menemukan asap maupun titik api,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Masyarakat Desa Sidodadi menyambut positif kegiatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung Polri serta pemerintah dalam mencegah Karhutla di wilayah Kecamatan Buay Pemaca. Para kepala dusun, perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga didorong menjadi penggerak edukasi lingkungan melalui penyampaian pesan “Jaga Lingkungan, Cegah Karhutla, Selamatkan Masa Depan” dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.

Baca Juga :  Bangsa Indonesia Lepas Kepergian Try Sutrisno dengan Penghormatan Terakhir

Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, tetapi juga oleh keberhasilan membangun budaya pencegahan di tengah masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi benteng utama dalam menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *