‎Dandim Aceh Utara Anjangsana ke Kediaman Abu Manan, Perkuat Silaturahmi TNI dan Ulama

‎Dandim Aceh Utara Anjangsana ke Kediaman Abu Manan, Perkuat Silaturahmi TNI dan Ulama

‎Aceh Utara, Barometer99.com – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan masyarakat, silaturahmi antara ulama dan aparat keamanan menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta kedamaian di tengah masyarakat.

‎Hal itu terlihat saat Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., bersama rombongan melaksanakan anjangsana dan silaturahmi ke kediaman Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Tgk H. Abdul Manan atau yang akrab disapa Abu Manan, di Desa Alue, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Rabu sore (23 September 2026).

‎Dalam kunjungan tersebut, turut hadir para Perwira Seksi (Pasi) dan Danramil jajaran Kodim 0103/Aceh Utara. Kedatangan Dandim bersama rombongan disambut langsung oleh Abu Manan, dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

‎Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang baik antara TNI, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

‎“Saya merasa sangat terhormat dan mengapresiasi sambutan serta penerimaan yang telah diberikan oleh Abu. Kehadiran kami merupakan bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara TNI, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat,” ujar Faisal.

‎Menurutnya, hubungan yang baik antara aparat keamanan dengan ulama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di wilayah Aceh Utara. Karena itu, komunikasi yang telah terbangun diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

‎Dandim juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, terciptanya suasana aman dan damai bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

‎Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang, terlebih di tengah pesatnya penyebaran informasi melalui media sosial. Informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan bahkan memicu perpecahan apabila disebarluaskan tanpa kehati-hatian.

‎“Saya mengharapkan kepada tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat agar lebih bijak, selektif dan cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya terhadap postingan, berita maupun narasi yang belum diketahui kebenarannya,” katanya.

‎Ia menambahkan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disampaikan secara santun, objektif dan konstruktif serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

‎Dalam kesempatan itu, Dandim juga berharap para ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat serta seluruh elemen masyarakat dapat terus memberikan edukasi positif kepada masyarakat. Peran para tokoh dinilai penting untuk memberikan kesejukan, meredam isu yang berkembang dan mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

‎Menanggapi hal tersebut, Ketua MPU Aceh Utara Tgk H. Abdul Manan atau Abu Manan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dandim 0103/Aceh Utara beserta jajaran. Ia menilai komunikasi dan silaturahmi antara ulama, pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

‎“Saya secara pribadi dan dari MPU Aceh Utara, mewakili tokoh agama, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dandim yang telah menyempatkan diri hadir dan bersilaturahmi ke tempat kami,” ujar Abu Manan.

‎Abu Manan menegaskan, para ulama akan terus mengingatkan masyarakat melalui tausyiah maupun berbagai kesempatan agar lebih bijak dalam menyikapi informasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.

‎Ia mengingatkan agar setiap informasi yang diterima tidak langsung dipercaya atau disebarluaskan sebelum dipastikan kebenarannya. Sikap hati-hati tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan.

‎Abu Manan juga berharap aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan para ulama serta tokoh masyarakat. Menurutnya, saling menjaga dan mengingatkan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

‎Ia menambahkan, apabila terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dikritisi, penyampaiannya hendaknya dilakukan secara santun, berdasarkan fakta dan melalui cara-cara yang baik. Dengan demikian, perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat.

‎Silaturahmi antara Dandim 0103/Aceh Utara dan Abu Manan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas aparat keamanan. Ulama, pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, adat, hingga masyarakat umum memiliki peran yang sama dalam merawat persaudaraan dan kondusivitas daerah.

‎Dengan komunikasi yang terus terjalin, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana melalui dialog dan kebersamaan. Dari kediaman seorang ulama, pesan sederhana kembali ditegaskan “keamanan dan kedamaian Aceh Utara akan lebih kuat ketika TNI, ulama dan masyarakat berjalan bersama”.

Baca Juga :  Danrem 083/Bdj Geser ke Surabaya, Kolonel Inf Kohir Emban Amanah Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *