Komisi V Minta KAI Antisipasi Kepadatan akibat Pembatalan 12 Perjalanan KRL
Jakarta, Barometer99.com – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Syafiuddin Asmoro, meminta KAI Commuter melakukan langkah antisipasi secara serius terhadap potensi kepadatan penumpang menyusul pembatalan 12 perjalanan KRL relasi Bogor mulai 7 September hingga 30 September 2026.
Pembatalan sejumlah perjalanan tersebut dilakukan karena rangkaian kereta tengah menjalani perawatan secara intensif. Syafiuddin menilai kebijakan perawatan memang penting untuk menjamin keselamatan operasional, namun pengurangan jumlah perjalanan tidak boleh sampai mengorbankan kenyamanan masyarakat pengguna KRL.
“Keselamatan dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, KAI harus bekerja keras mengantisipasi potensi kepadatan akibat berkurangnya jumlah perjalanan KRL,” kata Syafiuddin, Senin (07/09/2026).
Menurutnya, pembatalan hingga 12 perjalanan KRL berpotensi menimbulkan lonjakan penumpang, terutama pada jam-jam sibuk. Kondisi tersebut harus diantisipasi dengan menyiapkan skema pelayanan yang matang agar tidak terjadi penumpukan penumpang di stasiun maupun di dalam kereta.
“Jangan sampai terjadi kepadatan berlebihan di stasiun dan di dalam KRL. Hal itu tentu akan mengganggu kelancaran perjalanan dan kenyamanan penumpang,” ujarnya.
Legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur XI Madura itu meminta KAI Commuter menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk pengaturan perjalanan, optimalisasi rangkaian yang masih beroperasi, serta pengaturan arus penumpang di stasiun-stasiun yang berpotensi mengalami kepadatan.
Syafiuddin juga menilai proses perawatan rangkaian kereta seharusnya dapat dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, tidak terlalu banyak kereta yang berhenti beroperasi dalam waktu yang bersamaan.
“Perawatan tentu harus dilakukan dan itu penting untuk keselamatan. Tetapi, kalau memungkinkan, prosesnya dilakukan secara bertahap agar tidak terlalu banyak kereta yang berhenti beroperasi pada waktu bersamaan,” tegasnya.
Selain itu, Syafiuddin meminta KAI Commuter mempercepat proses perawatan rangkaian KRL sehingga pembatalan perjalanan tidak berlangsung terlalu lama.
“Kami meminta proses perawatan ini bisa dipercepat. Jangan sampai masyarakat harus menanggung dampak pengurangan layanan sampai terlalu lama. Kalau bisa, proses perawatan diselesaikan lebih cepat sehingga layanan perjalanan dapat segera kembali normal,” katanya.
Syafiuddin menegaskan, sebagai moda transportasi yang setiap hari menjadi andalan masyarakat Jabodetabek, KRL harus tetap memberikan pelayanan yang aman, lancar, dan nyaman meskipun sebagian rangkaian tengah menjalani perawatan. (Efendi)












