BNN Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan, Waspadai Modus Baru Penyalahgunaan Narkotika
JAKARTA, Barometer99.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus berkembang.
Suyudi mengatakan, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkotika. Para pelaku pun terus mengembangkan berbagai modus baru untuk menyasar masyarakat, termasuk melalui produk yang dekat dengan kehidupan anak muda.
“Ancaman narkotika terus berkembang dan menyasar generasi muda dengan berbagai modus baru,” ujar Suyudi dalam keterangan resminya di Jakarta.
Berdasarkan survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika tercatat sebesar 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta penduduk usia produktif. Kelompok usia 15–24 tahun menjadi penyumbang prevalensi tertinggi, yakni mencapai 2,53 persen.
Salah satu modus yang menjadi perhatian BNN adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape. Hingga 12 Agustus 2026, Pusat Laboratorium BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.716 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika maupun new psychoactive substances (NPS).
Dari sampel positif tersebut, sebanyak 1.552 sampel atau 88,9 persen terdeteksi mengandung etomidate.
Melihat perkembangan tersebut, Suyudi menekankan pentingnya membangun lingkungan kampus sebagai ekosistem yang aman, sehat, produktif dan berintegritas. Menurutnya, kampus bebas narkoba tidak cukup hanya diwujudkan melalui aturan tertulis, tetapi juga membutuhkan budaya saling menjaga, keberanian menolak narkotika, kepedulian terhadap teman serta tersedianya edukasi dan layanan bantuan.
Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat menjadi penceramah dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam kesempatan itu, BNN turut memperkenalkan program “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika). Program tersebut ditopang lima pilar utama, yakni pencegahan, pemulihan atau rehabilitasi, pemberdayaan, ketahanan, dan kolaborasi.
Nilai-nilai Tri Krama Trisakti, yakni takwa, tekun, terampil; asah, asih, asuh; serta satria, setia, sportif, juga diharapkan dapat menjadi landasan mahasiswa dalam membentengi diri dari ancaman narkotika.
Di akhir pemaparannya, Suyudi menitipkan tiga pesan penting kepada mahasiswa baru, yakni jaga diri, jaga teman, dan jaga kampus.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan dengan generasi yang sehat, inovatif, produktif, berintegritas, dan bersih dari narkotika. Kolaborasi pemerintah, kampus, keluarga, masyarakat, dan generasi muda adalah kunci utamanya,” tegas Suyudi.












