Kapal Wisata Rute Lombok–Labuan Bajo Tenggelam di Perairan Satonda
Bima, Barometer99.com- Sebuah kapal wisata KLM Eternity yang melayani pelayaran dari Labuhan Lombok menuju Labuan Bajo dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Pulau Satonda Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Meski kapal mengalami kecelakaan laut, seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar melalui Kasat Polairud Polres Bima, Iptu Dedi Rizaldi, menjelaskan bahwa kapal membawa 23 penumpang dan 7 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah penumpang tersebut, 20 merupakan warga negara asing (WNA) dan tiga lainnya warga negara Indonesia (WNI).
Menurut Dedi, insiden bermula sekitar pukul 01.00 Wita saat kapal berada di koordinat 08°05’04″S 117°52’48″E.
“Kapal mengalami gangguan pada sistem kemudi akibat kebocoran oil seal hidrolik serta kerusakan pada pompa penyedot air (Alcon). Akibatnya air laut masuk ke dalam kapal, mesin induk mati, dan kapal sulit dikendalikan,” ujarnya.
Selain mengalami kerusakan teknis, kapal juga menghadapi cuaca yang kurang bersahabat. Angin kencang disertai gelombang laut dengan ketinggian diperkirakan mencapai dua meter membuat kondisi kapal semakin kritis.
Akibat kombinasi kerusakan dan cuaca buruk tersebut, kapal mengalami kemiringan hingga akhirnya diduga tenggelam di perairan Pulau Satonda. Mengetahui kondisi darurat, nahkoda segera mengirimkan permintaan bantuan melalui radio komunikasi.
Respons cepat datang dari KLM Lamima yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi menuju Pantai Labuhan Kananga dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah seluruh penumpang kapal dalam keadaan selamat,” kata Iptu Dedi.
Usai menerima laporan, personel Satpolairud Polres Bima bersama Syahbandar Calabai bergerak menuju Labuhan Kananga untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman.
Seluruh penumpang kemudian dibawa menuju Calabai melalui jalur darat. Berdasarkan hasil pendataan, seluruh 30 orang yang terdiri dari 23 penumpang dan 7 ABK dinyatakan lengkap sesuai manifes pelayaran.
“Seluruh penumpang dan ABK dinyatakan lengkap dan selamat sesuai manifes serta daftar awak kapal,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi teknis kapal sebelum berlayar, terutama saat menghadapi cuaca yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.***












