Bukan Sekadar Telepon, Begini Rangkaian Pergantian Purbaya ke Suahasil Nazara

Bukan Sekadar Telepon, Begini Rangkaian Pergantian Purbaya ke Suahasil Nazara

JAKARTA, Barometer99.com — Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara tidak berlangsung sekadar melalui sambungan telepon. Di balik keputusan tersebut terdapat rangkaian komunikasi, pemanggilan, pertemuan langsung, hingga serah terima jabatan secara resmi di Kementerian Keuangan.

Purbaya sebelumnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani. Setelah sekitar satu tahun menjalankan tugas, posisinya kemudian digantikan Suahasil Nazara.

Keputusan pergantian itu disampaikan pada Senin, 14 September 2026. Sehari kemudian, Selasa (15/9/2026), Purbaya dan Suahasil menjalani prosesi serah terima jabatan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyebut pergantian dirinya merupakan hak prerogatif Presiden. Ia juga mengaku telah memperkirakan kemungkinan tersebut sejak awal.

Purbaya mengatakan masa tugas sekitar satu tahun yang dijalaninya juga telah sesuai dengan kontrak yang sebelumnya ditandatangani.

“Kalau dari awal memang sudah tanda tangan kontraknya setahun, jadi sudah cukup,” ujar Purbaya dalam keterangannya seusai serah terima jabatan.

Ia juga membantah anggapan bahwa pergantian dirinya berkaitan dengan gesekan dengan jajaran di bawahnya. Menurut Purbaya, evaluasi terhadap pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan merupakan bagian dari dinamika birokrasi.

“Kalau ada yang tidak sesuai target ya dievaluasi. Itu biasa di birokrasi,” katanya.

Bukan Hanya Komunikasi Lewat Telepon

Dalam proses pergantian tersebut, muncul narasi yang menggambarkan Purbaya seolah hanya diberhentikan melalui sambungan telepon.

Namun, rangkaian peristiwa menunjukkan adanya proses komunikasi dan pertemuan langsung. Purbaya juga sempat berdiskusi dengan Presiden sebelum kunjungan Presiden ke India, meski menurutnya pembicaraan tersebut bukan mengenai pencopotan dirinya.

Setelah keputusan pergantian ditetapkan, proses kemudian berlanjut dengan pelantikan Suahasil dan serah terima jabatan secara resmi.

Baca Juga :  Bamsoet Kenang Almarhum Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Sebagai Prajurit Sejati Penjaga Pancasila dan Konstitusi

Dalam prosesi serah terima, Purbaya menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja sama dengannya selama satu tahun terakhir.

“Tugas saya selesai. Semoga Pak Suahasil bisa lanjutkan,” demikian pesan Purbaya.

Suahasil yang kembali dipercaya memimpin Kementerian Keuangan juga menyampaikan apresiasi terhadap Purbaya.

Ia menilai kepemimpinan Purbaya selama satu tahun merupakan bagian penting dari perjalanan Kementerian Keuangan.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Purbaya Yudhi Sadewa. Memimpin Kementerian Keuangan itu suatu tanggung jawab besar yang Pak Purbaya selesaikan dengan baik selama satu tahun terakhir,” kata Suahasil.

Berbagai Isu Sempat Muncul

Di tengah pergantian tersebut, sejumlah isu kemudian dikaitkan dengan dinamika di Kementerian Keuangan.

Salah satunya adalah perombakan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan beberapa hari sebelum pergantian Menteri Keuangan. Selain itu, berkembang pula pembahasan mengenai kebijakan restitusi pajak serta kebijakan terkait dividen badan usaha milik negara.

Namun, berbagai isu tersebut perlu dibedakan dari alasan resmi pergantian. Purbaya sendiri tidak menyebut isu-isu tersebut sebagai alasan pencopotan dan menegaskan keputusan pergantian merupakan kewenangan Presiden.

Dengan demikian, narasi mengenai pergantian Purbaya perlu dilihat berdasarkan keseluruhan rangkaian peristiwa, bukan hanya satu bagian komunikasi yang terjadi sebelum keputusan resmi diumumkan.

Pergantian itu akhirnya ditandai dengan serah terima jabatan secara resmi. Purbaya menyerahkan estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan kepada Suahasil, sementara Suahasil menyatakan komitmennya melanjutkan sejumlah agenda Kementerian Keuangan, termasuk efisiensi belanja, digitalisasi sektor perpajakan dan kepabeanan, serta menjaga kesehatan APBN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *