NEW DELHI, BAROMETER99.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran strategis BRICS sebagai motor penggerak reformasi tata kelola global dan penguat suara negara-negara berkembang (Global South).
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).
Dalam pidatonya, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa BRICS yang kini mewakili separuh populasi dunia serta porsi signifikan dalam perekonomian dan perdagangan global memiliki modal besar untuk menggerakkan perubahan positif.
”BRICS memiliki kekuatan kolektif yang sangat besar. Kekuatan ini adalah modal penting untuk memperkuat tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan peluang pembangunan bagi negara-negara berkembang,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya optimalisasi potensi internal antaranggota melalui integrasi yang lebih solid demi mendorong kemajuan bersama.
”Kekuatan kolektif ini dapat dioptimalkan melalui keterhubungan pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan guna memperkuat suara Global South,” dikatakannya.
Tak hanya mengenai kerja sama ekonomi internal, Presiden Prabowo juga mendesak adanya pembenahan pada institusi internasional. Ia menyerukan penguatan sistem multilateralisme yang menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pusat tata kelola dunia melalui reformasi menyeluruh. Langkah ini dinilai mendesak agar PBB menjadi lebih representatif dan responsif terhadap dinamika zaman.
KTT BRICS 2026 resmi ditutup dengan pengesahan Deklarasi New Delhi. Dokumen kesepakatan tersebut dirancang sebagai panduan bersama untuk membumikan komitmen politik menjadi aksi nyata, sekaligus memastikan hasil kerja sama memberikan dampak langsung bagi masyarakat dunia menuju tatanan internasional yang lebih adil dan setara.
Sumber: BPMI Setpres












