Anak 11 Tahun di Sanggar-Bima Ditemukan Meninggal di Bendungan Piong

Anak 11 Tahun di Sanggar-Bima Ditemukan Meninggal di Bendungan Piong

Barometer99.com, Bima-NTB- Warga Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), digemparkan dengan penemuan seorang anak Laki-laki berinisial MA (11) yang meninggal dunia di kawasan Bendungan Piong, Jumat (4/9/2026).

Korban yang merupakan warga Desa Piong tersebut ditemukan di Bendungan yang berada di kawasan So Oi Ncama, Desa Piong, setelah sebelumnya sempat dicari oleh warga setempat.

Plh. Kapolsek Sanggar, Iptu Zuhdar, menjelaskan peristiwa itu bermula setelah korban bersama sejumlah temannya pergi ke bendungan untuk mandi seusai melaksanakan salat Jumat. Lokasi bendungan tersebut diketahui tidak jauh dari Kantor Desa Piong.

“Korban bersama teman-temannya menuju ke bendungan untuk mandi,” ujar Iptu Zuhdar.

Saat tengah mandi bersama, kata Iptu Zuhdar, Teman-teman korban mulai merasa curiga lantaran MA Tiba-tiba tidak terlihat. Mereka hanya menemukan pakaian korban yang masih berada di sekitar lokasi.

Dalam kondisi panik, teman-teman korban kemudian meminta bantuan kepada warga setempat. Warga yang mendapat informasi tersebut langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian di sekitar bendungan.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Salah seorang warga menemukan tubuh korban di dalam air dan langsung mengangkatnya untuk dibawa ke rumah keluarga.

“Beberapa saat kemudian salah satu warga merasakan kaki korban dan mengangkatnya dari air. Korban kemudian segera dibawa ke rumah,” jelas Zuhdar.

Namun, setibanya di rumah, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Pihak kepolisian menyebut keluarga korban tidak mengajukan tuntutan hukum terkait peristiwa tersebut. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah MA.

Setelah proses penanganan di tingkat keluarga selesai, jenazah korban kemudian dimakamkan pada hari yang sama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Piong.***

Baca Juga :  Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Ceramah Lambangja Road to Zero Accident

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *