Di Tengah Dinamika Nasional, Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha Perkuat Kesiapsiagaan Pengamanan Presiden

Di Tengah Dinamika Nasional, Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha Perkuat Kesiapsiagaan Pengamanan Presiden

JAKARTA, Barometer99.com, (5/11/2026) — Kesiapsiagaan pengamanan Presiden Republik Indonesia menjadi perhatian penting di tengah perkembangan situasi nasional dan dinamika ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha terus menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, serta kesiapan seluruh personel dalam menjalankan tugas pengamanan VVIP.

Di bawah kepemimpinannya, Paspampres dituntut mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman, baik yang bersifat konvensional maupun yang memanfaatkan perkembangan teknologi modern.

Sebagai satuan yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap pengamanan Presiden dan keluarga, Paspampres menjalankan tugas dengan mengedepankan kewaspadaan, koordinasi, serta sistem pengamanan berlapis.

Tantangan pengamanan saat ini juga semakin berkembang. Ancaman tidak hanya berasal dari potensi serangan fisik, tetapi juga penggunaan drone, bahan peledak, hingga teknologi lain yang dapat mengganggu keamanan objek vital negara.

Hal tersebut tercermin dalam latihan khusus Paspampres yang digelar pada 23 Juli 2026 di Markas Komando Paspampres, Jakarta Pusat.

Dalam latihan tersebut, prajurit menguji kemampuan menggunakan sejumlah perlengkapan khusus, seperti Bomb Blanket, Anti-Drone, dan Ballistic Blanket untuk menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap keselamatan VVIP.

Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel sekaligus memastikan kesiapan perlengkapan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan.

Tidak hanya kemampuan personel, kesiapan kendaraan taktis, persenjataan, serta perangkat pendukung operasional juga menjadi perhatian pimpinan Paspampres.

Sebelumnya, Edwin turut melakukan pemeriksaan kendaraan dan alutsista guna memastikan seluruh perlengkapan dapat berfungsi secara optimal ketika dibutuhkan.

PENGAMANAN PRESIDEN MENJADI PRIORITAS

Kesiapan tersebut juga terlihat dalam pengamanan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

Saat itu, sebanyak 1.147 personel Satgas Pengamanan VVIP dikerahkan untuk mengamankan berbagai agenda kenegaraan, mulai dari sidang DPR/MPR hingga rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka.

Dalam arahannya, Edwin menekankan bahwa keberhasilan pengamanan tidak semata-mata diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, tetapi juga dari kemampuan melakukan pencegahan sehingga potensi gangguan tidak berkembang menjadi ancaman nyata.

Bagi Paspampres, kewaspadaan, ketelitian, kecepatan bertindak, disiplin, dan koordinasi menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pengamanan Presiden bukan sekadar tugas rutin, melainkan amanah negara yang menuntut kesiapan personel selama menjalankan tanggung jawab.

Melalui penguatan kemampuan prajurit, kesiapan alutsista, dan pengembangan sistem pengamanan yang menyesuaikan perkembangan ancaman, Paspampres terus menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keselamatan Presiden serta kehormatan negara.

Di balik setiap agenda kenegaraan yang berlangsung, terdapat tugas pengamanan yang dilaksanakan secara profesional, terukur, dan penuh kewaspadaan.

Menjaga keselamatan Presiden berarti menjalankan salah satu amanah penting dalam menjaga keberlangsungan tugas kenegaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *