Sidang Eks Kapolres Bima Kota Didik, Nama Kompol Herman Muncul Terkait Penyerahan Ponsel

Sidang Eks Kapolres Bima Kota Didik, Nama Kompol Herman Muncul Terkait Penyerahan Ponsel

Mataram, Barometer99.com- Persidangan perkara yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, kembali mengungkap fakta baru. Dalam pemeriksaan saksi, nama mantan Wakapolres Bima Kota, Kompol Herman, disebut berkaitan dengan proses penyerahan sebuah telepon seluler (ponsel).

Nama Herman muncul dalam agenda pemeriksaan saksi pada persidangan yang berlangsung Jumat, 7 Agustus 2026 kemarin. Keterangan tersebut disampaikan saksi bernama Robertus ketika menjelaskan rangkaian penitipan dan pengambilan ponsel yang sebelumnya disebut diperintahkan oleh Didik Putra Kuncoro.

Dalam keterangannya di persidangan, Robertus menyebut Kompol Herman sebagai pihak yang menyerahkan ponsel tersebut. Munculnya nama Kompol Herman dalam persidangan kemudian mendapat klarifikasi langsung dari yang bersangkutan. Ia menjelaskan bahwa perannya dalam peristiwa tersebut sebatas membantu menitipkan dan menyerahkan sebuah ponsel atas permintaan perwira atasannya.

Kompol Herman menegaskan, dirinya tidak mengetahui latar belakang penitipan tersebut, termasuk tujuan maupun isi ponsel yang dimaksud.

Kompol Herman mengungkapkan, rangkaian peristiwa itu bermula ketika dirinya berada di Kota Mataram untuk menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Brimob.

Dalam kesempatan tersebut, Didik Putra Kuncoro menitipkan sebuah ponsel kepadanya. Didik kemudian menyampaikan bahwa perangkat tersebut akan diambil oleh seseorang di wilayah Mataram.

“Pada saat saya menghadiri ulang tahun Brimob di Mataram, Pak Didik menitipkan HP di saya. Saya sempat tanya, ‘Ini siapa nanti yang ambil Komandan?’ Katanya nanti ada yang mengambil di Mataram,” ujar Herman, Senin (10/8/2026).

Namun, hingga kegiatan tersebut selesai, orang yang disebut akan mengambil ponsel tidak kunjung datang. Herman kemudian kembali menghubungi Didik untuk menyampaikan bahwa ponsel tersebut belum diambil. Dalam komunikasi itu, Didik disebut menyampaikan akan terlebih dahulu menghubungi anggotanya.

Baca Juga :  2.730 Personel Jaga Persija Vs Persebaya di GBK, Lalin Disiapkan Situasional

“Saya hubungi lagi Pak Didik, izin melaporkan belum ada yang datang mengambil HP ini. Beliau menyampaikan akan menghubungi anggotanya terlebih dahulu,” tuturnya.

Setelah seluruh agenda di Mataram selesai, Herman bersiap kembali ke tempat tugasnya di wilayah Praya, Lombok Tengah. Menurut keterangannya, Didik kemudian menanyakan rute perjalanan pulang yang akan dilaluinya. Herman menyampaikan bahwa perjalanan menuju Praya akan melewati kawasan Loang Baloq. Dari komunikasi tersebut, penyerahan ponsel akhirnya diarahkan dilakukan di jalur perjalanan pulang.

“Pak Didik menanyakan rute kepulangan saya. Saya sampaikan bahwa saya pulang ke Praya melewati Loang Baloq. Tidak lama kemudian, Pak Didik beri saya nomor kontak anggota yang akan menerima HP tersebut,” jelas Herman.

Kompol Herman kemudian menghubungi orang yang diberikan nomor kontak tersebut untuk memastikan lokasi penyerahan. Setelah penerima dipastikan berada di lokasi yang telah disepakati, Herman mendatangi kawasan Loang Baloq dan menyerahkan ponsel tersebut.

“Begitu sampai di Loang Baloq, barang langsung saya serahkan. Sebagai bukti pertanggungjawaban, saya dokumentasikan (foto) dan serahkan ke penerima, lalu fotonya saya kirimkan ke Pak Didik bahwa tugas penitipan sudah selesai,” katanya.

Kompol Herman menegaskan, dirinya tidak pernah mengetahui untuk apa ponsel tersebut digunakan maupun apa yang tersimpan di dalamnya. Menurut dia, perangkat tersebut bahkan dalam keadaan tidak aktif ketika dititipkan kepadanya hingga diserahkan kepada penerima.

“Kondisi HP itu mati, tidak ada charger (alat pengisi daya), dan tidak ada kotaknya. Saya pribadi sama sekali tidak tahu-menahu apa fungsi atau isi dari HP tersebut,” tegasnya.

Ia kembali menekankan bahwa keterlibatannya dalam rangkaian peristiwa tersebut hanya sebatas memenuhi permintaan untuk menitipkan dan menyerahkan ponsel karena pada saat itu dirinya sedang berada di Mataram.

Baca Juga :  Tim Gabungan Polres Lombok Barat Amankan Lokasi Judi Sabung Ayam di Lembar

“Hanya sekadar membantu menitipkan karena kebetulan saat itu saya sedang ada kegiatan di Mataram,”.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *