Presiden Prabowo Siapkan Transformasi Infrastruktur Nasional, Gambir-Monas Direvitalisasi hingga Kereta Api Dibangun di Bali
JAKARTA, Barometer99.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengarahkan percepatan pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik melalui sejumlah proyek strategis di Jakarta dan Bali. Agenda tersebut mencakup revitalisasi Stasiun Gambir, penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), pembangunan Grand National Museum, hingga pengembangan layanan kereta api di Pulau Dewata.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus menghadirkan kebanggaan nasional.
Salah satu perhatian Presiden adalah revitalisasi Stasiun Gambir yang telah berdiri sejak era 1970-an dan belum pernah menjalani renovasi besar sebagaimana direncanakan saat ini.
Prabowo menginginkan Stasiun Gambir tidak sekadar menjadi pusat pelayanan transportasi kereta api, tetapi juga berkembang menjadi kawasan terpadu yang memiliki fungsi wisata, hiburan, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, revitalisasi tersebut akan dilaksanakan melalui dua tahapan dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar dua tahun.
Penataan kawasan juga akan mencakup integrasi Stasiun Gambir dengan kawasan Monas dan konektivitas transportasi lainnya, termasuk MRT Jakarta. Dengan konsep tersebut, pengembangan Gambir tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas perkeretaapian, tetapi juga membangun keterhubungan antarmoda transportasi di pusat Jakarta.
Selain Gambir, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap revitalisasi kawasan Monumen Nasional. Penataan dilakukan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, indah, serta mampu memperkuat fungsi Monas sebagai ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan pendidikan.
Tidak berhenti di situ, Presiden juga menginginkan Indonesia memiliki museum berskala besar bertajuk Grand National Museum atau Museum Agung Nasional yang direncanakan dibangun di kawasan Monas.
Museum tersebut diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, sekaligus ruang rekreasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda.
Keberadaan museum berskala besar itu diharapkan semakin memperkuat fungsi kawasan Monas sebagai salah satu pusat wisata sejarah dan edukasi nasional.
Sementara itu, di sektor transportasi, Prabowo juga memberikan arahan untuk memulai pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali.
Pada tahap awal, jalur yang direncanakan akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan pariwisata strategis, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara Bali.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi di destinasi wisata yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kehadiran layanan kereta api di Bali diharapkan dapat memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa berbagai rencana tersebut merupakan bagian dari keinginan Presiden Prabowo untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik dan memiliki nilai strategis bagi bangsa.
Presiden menginginkan revitalisasi Stasiun Gambir, kawasan Monas, pembangunan Grand National Museum, serta pengembangan kereta api di Bali tidak hanya menghasilkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional atau nation pride.
Rangkaian arahan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada transportasi, tetapi juga mencakup pelestarian sejarah, penguatan pendidikan, pengembangan pariwisata, dan peningkatan kualitas ruang publik.
Melalui sejumlah rencana tersebut, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai negara yang memiliki fasilitas transportasi dan kawasan wisata berstandar lebih baik.












