Prabowo Ingatkan Para Menteri: Jangan Setia kepada Saya, Kesetiaan Harus untuk Negara dan Rakyat Indonesia
JAKARTA, Barometer99.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting kepada seluruh jajaran menteri, pejabat negara, dan aparatur pemerintahan agar tidak menempatkan loyalitas kepada sosok pemimpin sebagai tujuan utama dalam menjalankan tugas.
Prabowo menegaskan, kesetiaan seorang pejabat negara harus ditujukan kepada Republik Indonesia, bangsa, dan seluruh rakyat Indonesia, bukan kepada dirinya secara pribadi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan amanah yang memiliki batas waktu. Seorang pemimpin bisa datang dan pergi, tetapi negara harus tetap berdiri dan kepentingan rakyat harus terus menjadi prioritas.
Pernyataan itu pernah disampaikan Prabowo saat menghadiri acara akad massal 50.030 rumah subsidi FLPP dan serah terima kunci di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara terbuka meminta para menterinya agar tidak menjadikan dirinya sebagai tujuan kesetiaan.
“Jangan setia kepada Prabowo. Prabowo bisa datang, Prabowo bisa pergi. Prabowo manusia,” ujar Prabowo.
Ia kemudian menekankan bahwa loyalitas utama seluruh pejabat pemerintahan harus diberikan kepada Republik dan rakyat Indonesia.
“Setia kepada Republik, setia kepada rakyat,” tegasnya.
Pesan tersebut memiliki makna penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurut prinsip yang ditekankan Presiden, setiap pejabat negara harus menjalankan kewenangan berdasarkan kepentingan nasional dan kebutuhan masyarakat, bukan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
KEPENTINGAN RAKYAT DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI
Prabowo juga pernah mengingatkan seluruh aparat negara agar memiliki kesetiaan penuh kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, 5 Februari 2025.
Saat itu, Presiden meminta seluruh institusi pemerintahan melakukan pembenahan dan memastikan setiap kebijakan benar-benar diarahkan untuk membantu masyarakat.
Ia bahkan mengingatkan agar tidak ada aparat yang menghalangi kebijakan pemerintah yang bertujuan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Penegasan serupa kembali disampaikan dalam berbagai kesempatan kenegaraan sepanjang 2026. Pada September 2026, misalnya, Prabowo kembali menekankan bahwa kesetiaan utama harus diberikan kepada bangsa, negara, dan rakyat.
Presiden juga mengingatkan bahwa kesetiaan bukan sekadar mudah diucapkan, tetapi membutuhkan keberanian dan keteguhan untuk dilaksanakan.
PEMIMPIN BERGANTI, NEGARA HARUS TETAP BERDIRI
Pesan Prabowo tersebut mengandung penekanan bahwa keberlangsungan negara tidak boleh bergantung pada figur tertentu.
Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari sistem demokrasi, sedangkan tugas aparatur pemerintahan adalah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu.
Karena itu, para menteri, pimpinan lembaga, serta seluruh aparatur negara diharapkan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.
Pada akhirnya, jabatan bukanlah tujuan untuk mendapatkan penghormatan maupun loyalitas pribadi. Jabatan merupakan tanggung jawab untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat.
Pesan Presiden tersebut menjadi pengingat bahwa kesetiaan tertinggi seorang pejabat negara bukan kepada individu yang sedang berkuasa, melainkan kepada Merah Putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia.












