Prabowo di Peresmian SMA Taruna Nusantara Cimahi: Bangsa yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah!
CIMAHI, Barometer99.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya mempelajari sejarah sebagai bekal membangun masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa bangsa yang melupakan pengalaman masa lalu berisiko mengulangi kesalahan yang sama, sementara para pemimpinnya harus mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan kampus baru SMA Taruna Nusantara di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak serta-merta mengubah sifat dasar manusia. Karena itu, pemahaman sejarah tetap menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan cara pandang generasi muda terhadap tantangan bangsa.
Prabowo mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus menjadi bahan pembelajaran agar Indonesia tidak terjebak dalam persoalan yang pernah melemahkan bangsa.
Menurutnya, sejarah bukan sekadar catatan mengenai peristiwa yang telah berlalu, melainkan sumber pelajaran untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dari masa ke masa.
Penjajahan Menjadi Pelajaran tentang Pentingnya Persatuan
Presiden Prabowo juga menyoroti pengalaman panjang Indonesia menghadapi penjajahan. Ia mengingatkan bahwa perpecahan di antara kelompok masyarakat serta sikap sebagian penguasa yang memilih bekerja sama dengan kekuatan asing menjadi salah satu faktor yang melemahkan bangsa pada masa lalu.
Pengalaman tersebut, menurut pesan yang disampaikan Presiden, harus menjadi pengingat bahwa persatuan nasional merupakan fondasi penting untuk menjaga kedaulatan negara.
Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan bagaimana perbedaan kepentingan dan lemahnya solidaritas dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk memperkuat pengaruhnya.
Karena itu, generasi muda perlu memahami sejarah perjuangan bangsa secara utuh, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Pelajaran sejarah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga bersama.
Waspadai Politik Pecah Belah
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pesan Presiden juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap politik pecah belah atau divide et impera.
Strategi tersebut merupakan salah satu pelajaran penting dari sejarah kolonialisme, ketika perbedaan dan pertentangan antarkelompok dimanfaatkan untuk mempertahankan kekuasaan.
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat membutuhkan semangat persatuan yang kuat.
Perbedaan, menurut prinsip kebangsaan Indonesia, tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling melemahkan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih kokoh.
Semangat gotong royong dan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika pun perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Generasi Muda Harus Meneladani Para Pendiri Bangsa
Selain mengambil pelajaran dari berbagai kesalahan masa lalu, Presiden Prabowo mendorong generasi muda untuk mempelajari keberhasilan dan keteladanan para pendahulu bangsa.
Perjuangan para pendiri negara, menurut pesan tersebut, harus menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, serta tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
Bagi para siswa SMA Taruna Nusantara, pemahaman sejarah menjadi bagian penting dalam membentuk calon pemimpin yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, semangat pengabdian, serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Pendidikan, dengan demikian, tidak cukup hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis. Pendidikan juga harus membangun kesadaran kebangsaan agar kemajuan yang dicapai dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat dan negara.
Pesan Presiden tersebut menjadi pengingat bahwa membangun masa depan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pemahaman terhadap perjalanan bangsa di masa lalu.
Sejarah harus dipelajari, direnungkan, dan dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan. Sebab, bangsa yang tidak mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalunya berisiko kembali menghadapi persoalan serupa.
Bagi Prabowo, memahami sejarah merupakan salah satu modal penting untuk menjaga persatuan, mempertahankan kedaulatan, dan menyiapkan generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat.












