Polres Lombok Barat Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Perkosaan Anak
Lombok Barat, Barometer99.com- Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Lombok Barat kini tengah melakukan langkah intensif guna merampungkan penanganan kasus dugaan tindak pidana perkosaan. Kasus ini menimpa korban seorang anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Gerung.
Kasus yang menyita perhatian publik ini terus bergulir setelah pihak kepolisian berhasil mengumpulkan sejumlah bukti krusial dan mengamankan tersangka utama yang berinisial PS alias PG.
Penanganan perkara ini didasarkan pada Laporan Polisi, yang resmi diterbitkan pada tanggal 10 Februari 2026.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, melalui Plh. Kasat Reskrim Ipda Muh. Abdullah, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan keadilan bagi korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Menurutnya, kepolisian bekerja secara profesional dengan mengedepankan hak-hak korban yang masih terkategori anak di bawah umur, terutama mengingat sensitivitas perkara yang melibatkan kekerasan seksual.
Peristiwa memilukan ini mulai terkuak pada awal April 2025 di sebuah kawasan perumahan di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, rangkaian kejadian bermula saat anak korban mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian perut hingga harus berulang kali ke kamar mandi.
Awalnya, pihak keluarga, terutama sang ibu, menduga bahwa keluhan tersebut hanyalah gangguan kesehatan biasa atau gejala menjelang siklus menstruasi.
Namun, situasi berubah drastis ketika korban menyampaikan kepada orang tuanya bahwa rasa sakit yang dirasakan terasa seperti ada sesuatu yang hendak keluar dari tubuhnya.
Betapa terkejutnya pihak keluarga saat mengetahui bahwa korban sedang dalam proses melahirkan seorang bayi secara mandiri di kediaman mereka.
Setelah melalui momen kritis tersebut, bayi yang dilahirkan sempat tidak memberikan respons awal hingga menimbulkan kekhawatiran, namun tak lama kemudian bayi tersebut menangis.
Ayah korban segera bergegas mencari bantuan medis dari bidan setempat untuk menangani proses persalinan dan pemulihan pasca-melahirkan.
Satu minggu setelah kejadian traumatis tersebut, barulah korban mampu bercerita dan mengungkap identitas pelaku berinisial PS yang diduga kuat telah melakukan persetubuhan secara paksa terhadap dirinya.
Dalam keterangannya, Plh. Kasat Reskrim Muh. Abdullah, menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian tindakan hukum yang komprehensif.
Selain telah melengkapi administrasi penyidikan, pihak kepolisian juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Mataram.
Hingga saat ini, sebanyak enam orang saksi telah diperiksa untuk memperkuat konstruksi perkara.
“Penyidik telah bekerja secara maksimal dengan melibatkan berbagai pihak. Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan juga meminta keterangan dari saksi ahli,” ungkap Ipda Muh. Abdullah dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan, penyidik akhirnya menetapkan PS alias PG sebagai tersangka.
Langkah tegas diambil dengan melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka guna kelancaran proses penyidikan lebih lanjut.
Tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum sesuai dengan Pasal 473 Ayat (4) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Plh. Kasat Reskrim menambahkan bahwa hingga saat ini proses penyidikan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa penyidik telah memperoleh bukti permulaan yang cukup untuk menjerat tersangka atas dugaan tindak pidana perkosaan.
Koordinasi dengan pihak Kejaksaan Penuntut Umum (JPU) juga terus diperkuat demi memastikan berkas perkara memenuhi syarat formil dan materiil.
Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Sat Reskrim Polres Lombok Barat adalah menyusun resume kelengkapan berkas perkara.
“Kami saat ini sedang merampungkan berkas perkara untuk segera dikirimkan ke JPU. Selain itu, kami juga telah mengajukan perpanjangan masa penahanan tersangka kepada pihak Kejaksaan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut hingga kasus ini siap disidangkan,” tegas Ipda Muh. Abdullah.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak serta keberanian untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan proses hukum terhadap tersangka PS dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan yang seutuhnya bagi korban dan keluarganya. ***.
Berita Terkait
Polresta Mataram Tangkap Pelaku Pembunuh Mahasiswi Unram Mataram, Barometer99.com- Misteri kematian NDR (21), mahasiswi asal Kabupaten Sumbawa Barat yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Sakura, Kelurahan Gomong, Kota Mataram pada 17 Mei 2026, akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polresta Mataram. Setelah melalui penyelidikan intensif selama hampir dua bulan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengamankan seorang pria berinisial HK (17), warga Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram, Jumat (31/07/2026). Konferensi pers turut dihadiri Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP, para Kanit Reskrim, Tim URC, Kasi Humas Polresta Mataram, serta keluarga korban yang sejak awal mengikuti perkembangan penyelidikan. Kapolresta menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026, di kamar kos korban di kawasan Gomong, Mataram. Namun, jasad korban baru ditemukan keesokan harinya, Minggu (17/05/2026) sekitar pukul 19.00 Wita, oleh seorang rekannya yang datang ke kos karena korban tidak dapat dihubungi sepanjang hari. “Peristiwa itu terjadi pada dini hari, sedangkan korban ditemukan meninggal dunia keesokan harinya oleh temannya yang datang karena seharian tidak mendapatkan kabar dari korban,” jelas Kapolresta. Usai menerima laporan, Satreskrim Polresta Mataram langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan secara intensif. Kapolresta mengungkapkan, titik terang perkara ini bermula dari hasil identifikasi barang-barang milik korban yang hilang, terutama sepeda motor dan telepon genggam. Pada Rabu malam (29/07/2026), Tim URC mengamankan HK dalam penanganan kasus pembacokan di Kota Mataram. Saat diamankan, petugas menemukan sepeda motor yang dikendarai pelaku. Setelah dilakukan pengecekan nomor rangka dan identifikasi kendaraan, polisi memastikan bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik NDR yang hilang sejak peristiwa di kamar kos. “Awalnya tim mengamankan tersangka terkait kasus pembacokan. Namun setelah dilakukan identifikasi, sepeda motor yang digunakannya ternyata merupakan milik korban pembunuhan di Gomong. Dari situlah penyelidikan dikembangkan hingga akhirnya tersangka mengakui perbuatannya,” terang Kapolresta. Niat Mencuri Berujung Hilangnya Nyawa Korban Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, HK mengaku awalnya datang seorang diri ke kawasan kos-kosan dengan tujuan melakukan pencurian. Ia mengamati situasi sekitar sebelum mencoba membuka beberapa pintu kamar kos. Sebagian besar kamar dalam keadaan terkunci, namun pintu belakang kamar korban hanya tertutup tanpa dikunci. Tersangka kemudian masuk secara diam-diam dan mengambil dua unit telepon genggam milik korban. Merasa masih memiliki kesempatan mengambil barang berharga lainnya, HK kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil kunci sepeda motor korban. Namun ketika hendak mengambil kunci tersebut, korban terbangun dan sempat berteriak. Dalam kondisi panik, tersangka diduga mendorong korban hingga terjatuh di atas tempat tidur, kemudian menindih tubuh korban serta membekap mulut dan hidung korban menggunakan bantal hingga korban tidak lagi bergerak. Setelah itu, tersangka membawa kabur sepeda motor milik korban. Untuk menghilangkan jejak, sepeda motor tersebut dipreteli dan diubah tampilannya agar tidak mudah dikenali. Selama hampir dua bulan, kendaraan itu tetap digunakan tersangka dalam aktivitas sehari-hari hingga akhirnya menjadi petunjuk penting yang mengungkap kasus tersebut. Dalam konferensi pers, Kapolresta juga mengungkap bahwa HK merupakan residivis tindak pidana. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka juga mengaku pernah melakukan tiga aksi penusukan di wilayah Kota Mataram, yakni di Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, dan Jalan Bougenville. Menurut pengakuannya, aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan sepele, seperti merasa tersinggung karena ditegur atau dipandang oleh korban. Meski demikian, dalam kasus meninggalnya NDR, penyidik menyebut motif utama tersangka adalah pencurian yang kemudian berkembang menjadi tindak kekerasan ketika aksinya diketahui korban. “Jadi motif awalnya adalah pencurian. Karena ketahuan oleh korban, pelaku panik dan melakukan kekerasan yang akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia,” tegas Kapolresta. Dalam perkara ini, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, tempat tidur, sepeda motor milik korban, serta senjata tajam yang diduga digunakan tersangka dalam sejumlah perkara pembacokan lainnya. Atas perbuatannya, HK dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 458 ayat (1), Pasal 479 ayat (3), Pasal 307 ayat (1), dan Pasal 466 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. Keluarga Korban Sampaikan Apresiasi Pengungkapan kasus tersebut disambut haru oleh keluarga korban yang hadir langsung dalam konferensi pers. Ibu kandung beserta keluarga NDR menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Mataram, Kasat Reskrim, Tim URC, dan seluruh jajaran Polresta Mataram yang dinilai telah bekerja keras hingga berhasil mengungkap kasus yang selama hampir dua bulan menjadi tanda tanya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polresta Mataram yang telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan anak kami. Atas nama keluarga, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran kepolisian,” ujar perwakilan keluarga korban.***
Post Views: 122