Breaking News
Kopdes Pakisjajar Tegaskan Pembangunan KDKMP di Perkebunan Tebu Sesuai Hasil Musdes Kapolres Maybrat Bersama Wakapolres dan Pejabat Jajaran Ikuti ANEV Mingguan Program Prioritas Kapolri Kapolres Maybrat Bersama Personel dan Masyarakat Ikuti Jalan Santai Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Dukung Program Prioritas Kapolri, Wakapolres Maybrat Edukasi Siswa SMP Negeri 2 Aifat tentang Bahaya Perkelahian Pelajar Kapolres Maybrat Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Berikan Penyuluhan Keselamatan kepada Siswa SD Inpres 13 Kumurkek Maybrat, Papua Barat Daya – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, Kapolres Maybrat AKBP Jandry D. Sairlela, S.I.K., M.M., turun langsung melaksanakan pengaturan lalu lintas (Gatur) bersama personel Satuan Lalu Lintas Polres Maybrat sekaligus memberikan penyuluhan kepada para siswa SD Inpres 13 Kumurkek, Senin (02/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sekaligus upaya menanamkan pemahaman tentang pentingnya tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, Kapolres Maybrat bersama personel Sat Lantas melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lingkungan sekolah guna memberikan rasa aman dan memastikan keselamatan para siswa saat menyeberang jalan maupun melakukan aktivitas di kawasan sekolah. Selain melaksanakan pengaturan lalu lintas, Kapolres Maybrat juga memberikan penyuluhan kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, mengenali rambu-rambu jalan, serta memahami tata cara menyeberang jalan dengan aman dan benar. Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan dapat memahami bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas perlu dibangun sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif hingga dewasa. Kapolres Maybrat menegaskan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pendidikan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda agar memiliki kesadaran hukum serta kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Polres Maybrat dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Maybrat. Dengan adanya kegiatan pengaturan lalu lintas dan penyuluhan tersebut, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas serta dapat menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. (Tim/Red)

Polres Lombok Barat dan Australian Federal Police Gelar Community Awareness: Perkuat Sinergi Cegah Penyelundupan Manusia

Polres Lombok Barat dan Australian Federal Police Gelar Community Awareness

Lombok Barat, Barometer99.com- Dalam upaya memperkuat pengamanan wilayah pesisir dari ancaman kejahatan transnasional, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat bersama Tim Australian Federal Police (AFP) menggelar kegiatan Community Awareness.

 

Agenda strategis ini difokuskan pada pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia di wilayah hukum Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (13/5/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Batulayar ini untuk menyelaraskan persepsi dalam menghadapi modus-modus baru kejahatan lintas negara. Yang berpotensi memanfaatkan wilayah pesisir sebagai jalur transit ilegal.

 

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, menekankan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah preventif. Maupun represif guna memastikan wilayah Kabupaten Lombok Barat tidak menjadi celah bagi aktivitas ilegal tersebut.

 

Kapolres menjelaskan pentingnya peran fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) sebagai garda terdepan.

 

“Adapun langkah-langkah kami di Polres Lombok Barat untuk mencegah aktivitas perdagangan manusia adalah dengan mengedepankan Satbinmas dan Bhabinkamtibmas. Guna melaksanakan sosialisasi intensif kepada masyarakat, pihak perhotelan, hingga penyedia jasa transportasi darat dan laut mengenai bahaya perdagangan orang,” ujar AKBP Yasmara Harahap di hadapan para peserta.

 

Lebih lanjut, AKBP Yasmara menegaskan bahwa selain sosialisasi, penegakan hukum terhadap para pelaku perdagangan orang tetap menjadi prioritas utama.

 

Polres Lombok Barat juga secara rutin melakukan pendataan dan pengawasan ketat terhadap warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah tersebut untuk mengantisipasi adanya potensi pelanggaran hukum.

 

Kabagbatanas SET NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol. Fibri Karpiananto, memaparkan fakta bahwa karakteristik geografis Lombok. Memiliki garis pantai panjang menjadikannya lokasi yang rawan digunakan sebagai jalur penyelundupan manusia menuju Australia.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Pohgajih Aktif Dampingi Petani Siapkan Lahan Sawah

 

“Sebagai masyarakat pesisir, potensi wilayah ini menjadi jalur penyelundupan sangat besar. Dibutuhkan kerja sama kolektif untuk mencegah kejahatan lintas negara ini,” ungkap Kombes Pol. Fibri.

 

Lombok sering kali dijadikan tempat transit bagi WNA sebelum mereka mencoba menyeberang ke Australia.

 

“Karena itu, mari kita jaga wilayah masing-masing. Jika melihat aktivitas mencurigakan dari warga asing, segera laporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat,” tegasnya.

 

Senada dengan hal tersebut, pihak pemerintah setempat yang diwakili oleh Sekcam Batulayar, M. Sajidin.

 

menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah Batulayar sebagai lokasi kunjungan Tim AFP. Ia berharap kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi para nelayan dan masyarakat pesisir agar tidak tergiur oleh iming-iming sindikat ilegal.

 

Dalam sesi pemaparan materi, Tim Asistensi AFP melalui Mr. Chad Aston memberikan peringatan serius mengenai risiko besar yang dihadapi oleh warga lokal, khususnya nelayan, yang terlibat dalam jaringan penyelundupan manusia.

 

AFP menyoroti bahwa sering kali nelayan hanya dijadikan alat oleh sindikat dengan imbalan materi yang tidak sebanding dengan risiko hukum yang mengintai.

 

“Tujuan sosialisasi ini adalah mengampanyekan bahaya penyelundupan manusia di wilayah pesisir,” ungkap Chad Aston.

 

Pihaknya sangat prihatin karena imigran gelap yang masuk secara ilegal dapat membawa berbagai risiko. Termasuk wabah penyakit dan potensi kejahatan lainnya.

 

“Kami sudah menangani kasus di mana nelayan yang bekerja sama dengan penyelundup ditangkap oleh Polisi Australia dan dijatuhi hukuman hingga 8 tahun penjara,” ungkap pihak AFP dalam pemaparannya.

 

AFP juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus operandi pelaku yang biasanya menjanjikan uang dalam jumlah besar.

 

Namun mengabaikan faktor keselamatan nyawa saat melintasi lautan lepas. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian dianggap sebagai kunci utama dalam memutus mata rantai kejahatan ini.

Baca Juga :  Pendampingan Mendukung Program BGN, Satgas Yonif 521/DY Turut Hadir Bantu Mendongkrak Perekonomian Warga di Distrik Walesi

 

Sebelum rangkaian sosialisasi dimulai, kegiatan diawali dengan penyerahan cinderamata dari Tim AFP kepada Polres Lombok Barat dan Polsek Batulayar.

 

Sebagai simbol kerja sama internasional yang erat dalam bidang keamanan. Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Lombok Barat dan Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda.

 

Sebagai penutup, Tim AFP membagikan merchandise kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menjaga keamanan wilayah dari ancaman kejahatan penyelundupan manusia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *