Menjaga Kekayaan Nusantara: Menelusuri Kembali Akar Ekonomi dan Mindset Kebijakan Prabowo Subianto

Menjaga Kekayaan Nusantara: Menelusuri Kembali Akar Ekonomi dan Mindset Kebijakan Prabowo Subianto

Barometer99.com – Dalam sebuah diskursus publik yang menyoroti arah kebijakan strategis nasional, terungkap bahwa landasan utama dari program-program Presiden Prabowo Subianto berakar dari kesadaran mendalam terhadap sejarah ekonomi Indonesia. Berdasarkan data historis dan riset ekonomi makro (seperti data dari Groningen), tercatat bahwa Belanda melalui kongsi dagang VOC pernah mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia pada era kolonial antara tahun 1600 hingga 1923, yang ditopang secara masif oleh eksploitasi kekayaan alam Nusantara.

Seiring berjalannya waktu, pusat kekuatan ekonomi global bergeser, di mana Amerika Serikat sempat memegang kendali pada era revolusi industri tahun 1923. Namun, dalam beberapa dekade terakhir—khususnya sejak tahun 2010 hingga 2026—Singapura muncul sebagai salah satu kekuatan ekonomi dengan PDB per kapita tertinggi. Di balik pencapaian tersebut, analisis menunjukkan bahwa sebagian besar motor penggerak ekonomi negara-negara tersebut, baik di masa kolonial maupun modern (seperti perdagangan komoditas minyak kelapa sawit/CPO), tetap bersumber dari kekayaan alam Indonesia.

Pijakan inilah yang membentuk mindset dan ideologi kepemimpinan Prabowo Subianto. Kebijakan-kebijakan strategis yang dicanangkan saat ini—seperti hilirisasi komoditas dan perlindungan sumber daya alam—bukanlah sekadar program pembangunan biasa, melainkan sebuah upaya fundamental untuk mengembalikan apa yang seharusnya menjadi hak bangsa Indonesia, agar tidak terus-menerus dinikmati oleh pihak asing.

Alih-alih hanya fokus memperdebatkan program kerja secara parsial, para pendukung dan elite politik dinilai perlu memahami secara utuh ideologi serta pola pikir (mindset) kenegaraan Prabowo Subianto. Visi besar ini bertujuan untuk memastikan kedaulatan ekonomi sepenuhnya berada di tangan rakyat Indonesia, demi menghentikan kebocoran kekayaan alam ke luar negeri.

Baca Juga :  Pemprov Sumsel Tetapkan UMP 2026 Rp 3,94 Juta, Naik 7,10 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *