Wapres Gibran Dorong Santri Kuasai AI hingga Keamanan Siber, Siapkan Generasi Santri Melek Teknologi
JAKARTA, Barometer99.com, (25/10/2026) — Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong penguatan literasi digital di kalangan santri agar mampu menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mengambil peran dalam transformasi digital Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Gibran saat menerima audiensi Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) bersama Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Dalam pertemuan itu, Wapres mendukung rencana pengembangan keterampilan digital bagi santri melalui berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Materi yang diusulkan mencakup kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pengolahan data berskala besar (big data), keamanan siber (cybersecurity), hingga kewirausahaan digital (digipreneur).
Penguasaan bidang-bidang tersebut dinilai dapat membuka peluang baru bagi santri untuk mengembangkan kemampuan, menciptakan inovasi, dan memperluas kontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi kreatif, serta industri berbasis teknologi.
Selama ini, santri dikenal memiliki fondasi pendidikan agama yang kuat. Dengan dukungan keterampilan teknologi, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi keunggulan yang relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Penguatan literasi digital juga menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan teknologi yang berkualitas. Melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya, membangun usaha, dan menciptakan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan AI dan ekonomi digital, kemampuan memahami teknologi, menjaga keamanan informasi, serta memanfaatkan ruang digital secara produktif semakin dibutuhkan. Karena itu, pemerataan kesempatan belajar teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif.
Dukungan terhadap pengembangan kompetensi digital santri sekaligus membuka ruang kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor teknologi. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghadirkan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta serta perkembangan dunia kerja.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa santri memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan. Perpaduan ilmu agama, karakter, kreativitas, dan keterampilan teknologi dapat menjadi modal untuk menghadapi perubahan zaman.
Dengan perluasan literasi digital dan akses pelatihan yang memadai, santri diharapkan mampu tampil sebagai generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap teknologi serta siap berkontribusi dalam membangun ekosistem digital Indonesia.












