Umum  

LKSB Apresiasi Rekrutmen Psikolog TNI, Nilai Ikatan Dinas 10 Tahun Perlu Ditinjau Ulang

LKSB Apresiasi Rekrutmen Psikolog TNI, Nilai Ikatan Dinas 10 Tahun Perlu Ditinjau Ulang

JAKARTA, Barometer99.com — Keputusan Pusat Psikologi TNI yang membuka rekrutmen Perwira Prajurit Karier (PA PK) khusus Psikolog dengan pangkat awal langsung Letnan Dua (Letda) mendapat apresiasi luas. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif dalam memperkuat kesehatan mental prajurit. Kendati demikian, Lembaga Kajian Sosial dan Budaya (LKSB) memberikan catatan kritis agar ketentuan ikatan dinas selama 10 tahun ditinjau ulang demi menarik minat talenta profesional terbaik.

Direktur Eksekutif LKSB, H. M. S. Pelu, M.Pd., menyampaikan bahwa rekrutmen yang dibuka sejak 16 September hingga 20 Oktober 2026 ini sangat layak didukung. Jalur PA PK dinilai efisien karena langsung menyerap tenaga ahli minimal lulusan S1 Psikologi tanpa melalui pendidikan militer dasar yang panjang.

“Kekuatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada modernisasi alutsista, tetapi juga pada stabilitas psikologis ribuan prajurit di berbagai medan penugasan. Kehadiran psikolog menjadi pilar yang sangat krusial,” ujar H. M. S. Pelu dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Meski mengapresiasi pengakuan karier dan kesetaraan gender yang diberikan TNI melalui jalur ini, LKSB menyoroti ketentuan masa ikatan dinas yang dikabarkan mencapai 10 tahun. Menurut kajian mereka, rentang waktu tersebut dinilai terlalu panjang untuk ukuran tenaga profesional yang baru memulai karier.

“Ilmu psikologi berkembang sangat cepat. Ikatan dinas yang terlalu kaku dikhawatirkan justru membatasi ruang pengembangan keahlian profesional mereka. Sebagai perbandingan, ikatan dinas tenaga medis umumnya berkisar 4 hingga 6 tahun; profesi psikolog selayaknya mendapat standar proporsional yang setara,” jelasnya.

LKSB mengusulkan agar durasi ikatan dinas idealnya dipangkas menjadi 5 hingga 7 tahun. Durasi tersebut dinilai sudah cukup memadai untuk mengembalikan investasi pelatihan negara, sekaligus memberikan ruang bagi perwira untuk melanjutkan studi spesialisasi maupun pengembangan karier lanjutan secara sukarela.

Baca Juga :  Koramil 07/Ngemplak Sleman Ciptakan Pangkalan Bersih dan Nyaman

Selain itu, para psikolog lulusan terbaik dinilai memiliki banyak peluang karier di sektor publik maupun swasta. Ketentuan ikatan dinas yang terlalu berat dikhawatirkan dapat menurunkan minat pelamar berkualitas tinggi, yang pada akhirnya justru merugikan kepentingan strategis TNI.

Melalui kajian konstruktif ini, LKSB menyerukan kepada Pusat Psikologi TNI agar terus melanjutkan program strategis ini dengan menyempurnakan kebijakan ikatan dinas, memperluas ruang pengembangan karier, serta memperbanyak kuota penempatan di berbagai satuan strategis di seluruh Indonesia.

“Semoga ikatan yang terjalin bukanlah ikatan keterpaksaan, melainkan ikatan cinta tanah air dan pengabdian tulus demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *