Pernyataan Kontroversial Plt Gubernur Riau di Sidang Paripurna DPRD Riau Terkait Program MBG dan Realisasi PAD
PEKANBARU, Barometer99.com, (5/11/2026) — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan penjelasan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau yang kemudian menjadi sorotan publik dan menuai perdebatan luas.
Dalam sidang tersebut, Plt Gubernur Riau menanggapi pertanyaan serta kritik dari anggota dewan mengenai rendahnya capaian atau realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta retribusi daerah. SF Hariyanto berargumen bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut berkaitan dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program nasional itu berdampak pada berkurangnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekolah—seperti kantin-kantin sekolah yang sepi atau tutup—sehingga turut berimbas pada perolehan retribusi di sektor terkait.
Pernyataan ini sontak memicu beragam tanggapan, baik dari kalangan anggota DPRD, pemerintah daerah lainnya, hingga pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang turun tangan untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut terhadap asumsi dan data yang disampaikan. Sejumlah pihak menegaskan bahwa program pusat seperti MBG justru memberikan efek ganda (multiplier effect) yang positif bagi perputaran ekonomi kerakyatan dan UMKM lokal, sehingga tidak semestinya dituding sebagai pemicu penurunan PAD.












