Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Pembaruan Cuaca dan Penguatan Patroli Darat Penanganan Karhutla Bersama BNPB

Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Pembaruan Cuaca dan Penguatan Patroli Darat Penanganan Karhutla Bersama BNPB

Palembang, Barometer99.com – Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., mengikuti Rapat Koordinasi Pembaruan Cuaca dan Penguatan Patroli Darat dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertempat di Ruang Rapat Puskodalopsdam II/Swj, Kamis (29/10/2026), yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi.

Turut mendampingi Kasdam II/Swj dalam kegiatan tersebut Asops Kasdam II/Swj. Rakor ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan instansi terkait, diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kehutanan, Kepala BMKG, dan Kepala BRIN.

Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Asops Panglima TNI beserta para Pangdam, Danrem, dan Dandim di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, NTT, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan. Selain itu, Astamaops Kapolri beserta para Kapolda dan Kapolres di wilayah yang sama turut bergabung secara virtual.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menekankan kepada seluruh aparat untuk meningkatkan patroli dalam mengecek titik-titik Karhutla, memastikan tidak ada asap, serta melaksanakan patroli secara intensif. Ia juga menekankan pentingnya pemetaan lokasi patroli dan penentuan jumlah personel yang terlibat.

Sementara itu, Menko PMK menekankan agar seluruh aparat menggunakan akal dan pikiran untuk mengantisipasi agar kejadian Karhutla tidak terulang, dengan mengerahkan personel pada titik-titik firespot yang signifikan. Ia juga menyampaikan bahwa upaya penanganan telah berjalan 4 bulan, sehingga perlu evaluasi dan inventarisasi kebutuhan peralatan operasi sebagai persiapan menghadapi bencana selanjutnya, serta optimalisasi publikasi kepada masyarakat.

Kepala BRIN berharap seluruh stakeholder dapat berpartisipasi aktif dalam penanggulangan bencana ini, sementara Kepala BNPB menyampaikan bahwa beberapa titik Karhutla di Sumatera dan Kalimantan telah turun hujan dengan curah rendah. Diperkirakan musim hujan yang lebih panjang akan terjadi pada November hingga Februari. Khusus untuk Sumsel, curah hujan masih rendah sehingga modifikasi cuaca perlu dilanjutkan hingga akhir November.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Named Nakes Ikuti Pelatihan Kedokteran Kelautan dan Hiperbarik Angkatan ke-2 di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *