Umum  

Haji Jalal Ajak Semua Elemen Tangani Karhutla, Keselamatan Kalimantan Adalah Keselamatan Dunia

Haji Jalal Ajak Semua Elemen Tangani Karhutla, Keselamatan Kalimantan Adalah Keselamatan Dunia

Jakarta, Barometer99.com – Legislator pusat dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haji Jalal Abdul Nasir, Ak., mengajak pemerintah pusat hingga daerah dan seluruh elemen untuk bersama-sama menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan. Rencana itu harus serius penanganannya demi keselamatan kehidupan masyarakat serta habitat lainnya menghirup udara yang bersih dari polusi. Bahwa negara-negara di belahan dunia ini mengantungkan udara yang bersih ke Kalimantan yang merupakan paru-parunya dunia.

“Kalimantan adalah paru-paru dunia. Ketika ia terbakar, yang terbakar bukan hanya pohon dan lahan, tetapi juga harapan jutaan rakyat Indonesia akan masa depan yang layak. Kami akan terus mengawal dan mengawasi penanganan bencana ini, dan tidak akan berhenti menyuarakan hak rakyat Kalimantan untuk hidup dengan udara bersih dan hutan yang lestari. Sudah cukup Kalimantan menangis dalam diam. Saatnya negara hadir, bertindak cepat, dan bertanggung,” kata anggota Komisi Xll DPR RI, Selasa (25/08/2026).

Data terbaru hingga Rabu, 19 Agustus, mencatat ribuan titik panas menyala di seluruh:

Kalimantan: Kalimantan Tengah: 2.063 titik panas tertinggi secara nasional, dengan lebih dari 3.000 hektare lahan terbakar.

– Kalimantan Barat: 1.982 titik panas, lebih dari 28.000 hektare area hangus.

– Kalimantan Selatan: 512 titik panas, lebih dari 380 hektare area terdampak.

– Kalimantan Timur: 507 titik panas, lebih dari 1.200 hektare area terdampak
Di balik setiap titik panas itu, ada anak-anak yang harus memakai masker ke sekolah, ada lansia yang sesak napas, ada petani yang kehilangan ladangnya, dan ada satwa endemik Kalimantan
yang kehilangan rumah selamanya.

Ini bukan lagi krisis lingkungan semata — ini krisis kemanusiaan. Pray for Kalimantan, tidak boleh berhenti pada doa dan tagar. Doa harus disertai kerja nyata dari negara. Rakyat Kalimantan tidak butuh simpati di media sosial. Mereka butuh langit yang bisa dihirup dan hutan yang tetap berdiri untuk anak cucu mereka.

Baca Juga :  Perkenalan Partai PSI Sinarwanto Dikota Pagaralam Optimis Nanti akan Duduk di Di Legislatif Mendatang

Harhutla Kalimantan, Haji Jalal

 

Serukan Haji Jalal Selamatkan Harhutla Kalimantan Seluruh Komponen Pemerintah Segera Bertindak

Anggota Komisi Xll DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haji Jalal Abdul Nasir, Ak., kebakaran yang melanda Kalimantan menyerukan kepada seluruh komponen pemerintah untuk segera bergerak, sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

“Seruan ini agar menjadi kecepatan merespon adanya penyelamatan dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan,” kata Haji Jalal, Jum’at (21/08/2026).

Haji Jalal berharap seluruh komponen pemerintah terkait dalam penanganan maupun pencegahan Karhutla yang terjadi di Kalimantan agar tidak terjadi dampak yang fatal, maka dari itu pihaknya menyerukan:

Pertama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementrian Kehutanan. Sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan dan lingkungan dan kehutanan, kedua kementrian harus mempercepat operasi pengendalian di kawasan hutan, mengoptimalkan sistem pemantauan
titik panas, serta memastikan Direktorat Jenderal Gakkum LHK menindak tegas pelaku pembakaran lahan tanpa pandang bulu, termasuk korporasi besar yang selama ini kerap mengeksploitasi hutan secara ilegal.

Kedua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kami mendesak BNPB segera mengkoordinasikan status darurat di wilayah-wilayah terdampak parah, mengerahkan water bombing dan modifikasi cuaca secara masif, serta memastikan bantuan, hadir di titik-titik api sebelum kobaran meluas lebih jauh.

Ketiga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG harus memperkuat peringatan dini terhadap potensi kekeringan dan dampak El Nino, agar langkah antisipasi dapat diambil jauh sebelum api menyala, bukan setelah hutan telah menjadi abu.

Keempat, Pemerintah Daerah (Gubernur dan Bupati se-Kalimantan). Kami meminta kepala daerah segera menetapkan status siaga darurat di wilayah masing-masing serta mengaktifkan penuh Satgas Karhutla, dengan koordinasi lintas kabupaten yang cepat dan tidak birokratis.

Kelima, TNI dan Polri. Kami mengapresiasi personel yang telah berjuang di lapangan, dan mendorong agar operasi pemadaman terus diperkuat, disertai penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, siapa pun mereka.

 

Baca Juga :  Respons Dugaan Limbah, Ditjenpas Riau Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Lingkungan

Mmmmmmm
Mmmmmmm
Mmmmmmm

, tidak dari itu penyelamatan flora dan fauna tangung jawab semua.

 

Kalimantan sedang menangis, akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hampir seluruh titik di pulau ini kini diselimuti asap, api, dan abu. Sekitar 33.837 hektare hutan dan lahan telah hangus terbakar, bukan sekadar angka statistik, tetapi rumah bagi satwa liar yang musnah, udara bersih yang berubah racun bagi anak-anak kita, dan masa depan hijau yang perlahan direnggut dari generasi mendatang.

Data terbaru hingga Rabu, 19 Agustus, mencatat ribuan titik panas menyala di seluruh:

Kalimantan: Kalimantan Tengah: 2.063 titik panas tertinggi secara nasional, dengan lebih dari 3.000 hektare lahan terbakar.

– Kalimantan Barat: 1.982 titik panas, lebih dari 28.000 hektare area hangus.

– Kalimantan Selatan: 512 titik panas, lebih dari 380 hektare area terdampak.

– Kalimantan Timur: 507 titik panas, lebih dari 1.200 hektare area terdampak
Di balik setiap titik panas itu, ada anak-anak yang harus memakai masker ke sekolah, ada lansia yang sesak napas, ada petani yang kehilangan ladangnya, dan ada satwa endemik Kalimantan
yang kehilangan rumah selamanya.

Ini bukan lagi krisis lingkungan semata — ini krisis kemanusiaan. Pray for Kalimantan, tidak boleh berhenti pada doa dan tagar. Doa harus disertai kerja nyata dari negara. Rakyat Kalimantan tidak butuh simpati di media sosial. Mereka butuh langit yang bisa dihirup dan hutan yang tetap berdiri untuk anak cucu mereka.

Harhutla Kalimantan, Haji Jalal

 

Serukan Haji Jalal Selamatkan Harhutla Kalimantan Seluruh Komponen Pemerintah Segera Bertindak

Anggota Komisi Xll DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haji Jalal Abdul Nasir, Ak., kebakaran yang melanda Kalimantan menyerukan kepada seluruh komponen pemerintah untuk segera bergerak, sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

“Seruan ini agar menjadi kecepatan merespon adanya penyelamatan dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan,” kata Haji Jalal, Jum’at (21/08/2026).

Haji Jalal berharap seluruh komponen pemerintah terkait dalam penanganan maupun pencegahan Karhutla yang terjadi di Kalimantan agar tidak terjadi dampak yang fatal, maka dari itu pihaknya menyerukan:

Baca Juga :  Aksi Nyata Perempuan Bangsa Gelar Penghijauan Di Lereng Gunung Semeru

Pertama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementrian Kehutanan. Sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan dan lingkungan dan kehutanan, kedua kementrian harus mempercepat operasi pengendalian di kawasan hutan, mengoptimalkan sistem pemantauan
titik panas, serta memastikan Direktorat Jenderal Gakkum LHK menindak tegas pelaku pembakaran lahan tanpa pandang bulu, termasuk korporasi besar yang selama ini kerap mengeksploitasi hutan secara ilegal.

Kedua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kami mendesak BNPB segera mengkoordinasikan status darurat di wilayah-wilayah terdampak parah, mengerahkan water bombing dan modifikasi cuaca secara masif, serta memastikan bantuan, hadir di titik-titik api sebelum kobaran meluas lebih jauh.

Ketiga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG harus memperkuat peringatan dini terhadap potensi kekeringan dan dampak El Nino, agar langkah antisipasi dapat diambil jauh sebelum api menyala, bukan setelah hutan telah menjadi abu.

Keempat, Pemerintah Daerah (Gubernur dan Bupati se-Kalimantan). Kami meminta kepala daerah segera menetapkan status siaga darurat di wilayah masing-masing serta mengaktifkan penuh Satgas Karhutla, dengan koordinasi lintas kabupaten yang cepat dan tidak birokratis.

Kelima, TNI dan Polri. Kami mengapresiasi personel yang telah berjuang di lapangan, dan mendorong agar operasi pemadaman terus diperkuat, disertai penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, siapa pun mereka. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *