Umum  

BPJS Kesehatan Cabang Palembang Pastikan Data Peserta Terhubung dalam Integrasi Skrining TB Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

BPJS Kesehatan Cabang Palembang Pastikan Data Peserta Terhubung 

Palembang, Barometer99.com — Integrasi penemuan kasus tuberkulosis (TB) dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Palembang diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk memastikan data kependudukan dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersambung agar masyarakat yang ditemukan membutuhkan layanan dapat segera memperoleh penanganan.

kegiatan Tracing Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di lokus Puskesmas Sukarami, Jl Perindustrian II Joglo – Sukarami Indah RT 08 RW 03 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Kota Palembang, Senin 24 Agustus 2026 juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus.

BPJS Kesehatan Cabang Palembang turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama pemangku kepentingan terkait. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan koneksi data Peserta JKN, sehingga hasil penelusuran dan pemeriksaan kesehatan dapat didukung dengan data peserta yang sesuai.

Kunjungan kerja kedua wakil menteri tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan penemuan kasus TB yang terintegrasi dengan CKG di wilayah Kota Palembang.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya sinkronisasi data antar lembaga agar masyarakat tidak mengalami kendala ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Data Dukcapil harus sinkron agar ketika terhubung ke BPJS Kesehatan tidak menimbulkan kendala bagi masyarakat. Karena itu, dalam kegiatan seperti ini perlu ada Dukcapil, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan, terutama ketika dilakukan pengecekan data peserta PBI,” ujar Benyamin.

Bagi masyarakat, keterhubungan data tersebut dapat memberikan manfaat langsung. Ketika identitas kependudukan, data kepesertaan JKN, dan informasi terkait layanan kesehatan dapat terhubung dengan baik, petugas di lapangan memiliki dasar data yang lebih akurat untuk menentukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Baca Juga :  Jelang Libur Nataru, Layanan Kesehatan untuk Peserta JKN Tetap On

Integrasi skrining TB ke dalam Program CKG juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia sekaligus langkah untuk memperkuat implementasi strategi eliminasi TB.

Melalui pendekatan terintegrasi, penemuan kasus TB tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan, tetapi juga memastikan masyarakat yang teridentifikasi dapat terhubung dengan sistem pelayanan dan dukungan yang dibutuhkan. Hal ini menjadi penting mengingat penanganan TB membutuhkan kesinambungan mulai dari penemuan kasus, diagnosis, pengobatan hingga pemantauan kepatuhan pasien menjalani terapi.

Kehadiran BPJS Kesehatan dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sisi pelayanan dari proses integrasi tersebut. Dengan dukungan koneksi data kepesertaan JKN, proses identifikasi peserta dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi bersama Dukcapil dan instansi terkait.

“Validasi data Peserta itu sangat penting, untuk itu kami selalu mengedukasi Peserta JKN untuk segera melapor jika terdapat perubahan data. Terlebih sudah banyak kanal administrasi yang dapat diakses oleh masyarakat, seperti Whatsapp Pandawa di nomor 0811-8165-165, Aplikasi Mobile JKN. Loket BPJS Kesehatan juga ada di Mal Pelayanan Publik, jadi ini tentunya dapat membantu Masyarakat dalam mengurus data administrasi,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Muhammad Fakhriza yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Syska Mayasari.

Dengan integrasi CKG dan tracing TB yang didukung data lintas sektor, upaya menemukan kasus secara lebih dini diharapkan dapat semakin efektif sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh penanganan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun layanan kesehatan yang lebih terhubung dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Kota Palembang.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *