Umum  

Aksi Nyata Perempuan Bangsa Gelar Penghijauan Di Lereng Gunung Semeru

Aksi Nyata Perempuan Bangsa Gelar Penghijauan

Barometer99.com – DPP Perempuan Bangsa menggelar sarasehan bertajuk Ngobrol Lingkungan bersama para pegiat lingkungan Tengger di kawasan wisata Ranupani, di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus aksi nyata dalam meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

 

Dalam kegiatan itu Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Nur Nadlifah, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.

 

“Kami hadir di sini tidak lain sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Kami melihat langsung bagaimana kondisi Ranupani hari ini, dan ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan sekadar wacana, tapi tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari diri kita sendiri,” ujarnya di Ranupani, Sabtu (2/5/2026).

 

Dari rilis yang diterima Efendi report Elshinta, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak saling menunggu dalam menjaga lingkungan. “Kesadaran lingkungan harus kita mulai dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain. Karena itu mari kita jaga alam di sekitar kita, kita rawat lingkungan sebaik mungkin, agar warisan indah alam ini tidak berhenti di sini, tapi bisa dinikmati generasi mendatang,” tambahnya.

 

Sementara itu, pemerhati alam dan ekologi Ranupani, Cak Yo, mengingatkan bahwa kerusakan alam akan selalu membawa konsekuensi. “Alam itu punya cara untuk membalas keburukan yang dilakukan manusia,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan bahwa kondisi Ranupani saat ini mengalami penyusutan yang cukup signifikan akibat sedimentasi. “Dulu Ranupani ini luas, tapi sekarang menyusut karena sedimentasi tanah. Salah satu penyebabnya adalah perubahan lahan menjadi ladang pertanian. Ketika hujan turun, tanah terbawa aliran air dan akhirnya mengendap di Ranupani,” jelasnya.

Baca Juga :  Kajati Aceh Lantik Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar yang Baru

 

Cak Yo juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi tersebut.

 

“Tidak semua jenis pohon bisa ditanam di sini. Ranupani adalah kawasan konservasi, jadi kalau dipaksakan justru bisa merusak. Bahkan tanaman buah-buahan sulit untuk berbuah. Jenis tanaman yang cocok biasanya seperti cemara gunung, kesek khas Tengger, dan tunjung,” paparnya.

 

Ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh DPP Perempuan Bangsa, khususnya aksi bersih-bersih lingkungan yang turut dilakukan dalam rangkaian acara. “Kami sangat terbantu, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk bersih-bersih di sini. Kami berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini yang lebih produktif,” ujarnya.

 

Lebih jauh, ia berharap suara kepedulian terhadap Ranupani dapat digaungkan lebih luas, termasuk oleh para perempuan di berbagai daerah. “Kami berharap juga ibu-ibu di luar bisa turut menyuarakan urgensi pengembalian Ranupani seperti dulu lagi. Syukur-syukur bisa disuarakan sampai ke pusat,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pegiat lingkungan, dan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian Ranupani sebagai salah satu kawasan penting di lereng Tengger.

 

Sarasehan tersebut turut dihadiri Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin, Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan DPP Perempuan Bangsa Dimas Pahlawanita, sejumlah aktivis lingkungan Tengger, serta ratusan kader Perempuan Bangsa. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *