Kortas Tipidkor Polri Geledah Eks Restoran Mewah di Jaksel
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan besar-besaran di eks restoran Prancis, de’Clan Signature Cafe, yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026). Penggeledahan di tempat yang diduga milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, ini membuahkan temuan yang mengejutkan.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil menemukan sebuah pintu tersembunyi di balik lemari di salah satu ruangan. Setelah dibuka paksa, petugas menemukan brankas rahasia setinggi pintu yang berisi tumpukan uang tunai dari berbagai mata uang asing.
Secara rinci, barang bukti yang diamankan dari brankas rahasia tersebut meliputi SGD 3,13 juta, USD 889.965, serta uang tunai rupiah. Jika dikonversi, total nilai uang tersebut mencapai hampir Rp60 miliar. Penemuan ini bahkan sempat membuat sejumlah anggota tim penyidik di lokasi bersorak dan bertepuk tangan.
Tak berhenti di situ, pengembangan bergerak ke sebuah money changer. Di lokasi kedua ini, polisi kembali menyita uang dalam 16 mata uang asing dengan nilai total sekitar Rp7,2 miliar beserta puluhan barang bukti lainnya.
Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, menegaskan bahwa seluruh barang bukti yang disita akan didalami lebih lanjut demi kepentingan penyidikan. Operasi besar yang menyasar total 8 lokasi ini kabarnya juga menjadi perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kasus ini diketahui telah resmi naik ke tahap penyidikan sejak Sabtu (4/7/2026). Penyidikan ini berkaitan dengan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam tiga perkara besar, salah satunya adalah penyimpangan pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU (blackout batu bara PLN) yang diduga merugikan negara hingga Rp5 triliun. Dua kasus lainnya yang ikut terseret adalah korupsi Asabri dan Krakatau Steel.
Selain mengamankan dokumen dan uang puluhan miliar, polisi juga mengamankan tiga orang saksi yang berada di lokasi saat penggeledahan berlangsung.
Proses penggeledahan ini sempat diwarnai pemandangan tak biasa. Seorang perwira Polri yang enggan disebutkan identitasnya mengaku heran karena melihat sejumlah prajurit TNI berjaga di sekitar area penggeledahan. Meski demikian, ia menegaskan proses hukum dan pencarian barang bukti tetap berjalan kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih terus berjalan, dan publik kini menanti rilis resmi mengenai siapa saja tersangka utama di balik kepemilikan uang tersembunyi tersebut.*












