Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Ledakan di Lebanon
Jakarta, Barometer99.com – Dua prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam insiden ledakan yang terjadi di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026).
Peristiwa tersebut melibatkan personel Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) yang tengah menjalankan tugas pengawalan (escort) terhadap rombongan Combat Support Service Unit (CSSU) di sektor timur wilayah operasi UNIFIL.
Berdasarkan laporan awal, insiden terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat saat tim Task Force Bravo (TFB) Indobatt melakukan pengawalan menggunakan dua kendaraan taktis. Ketika melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, tiba-tiba terjadi ledakan yang mengenai kendaraan pertama dalam iring-iringan tersebut.
Ledakan tersebut mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan parah. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas terkait.
Dalam kejadian ini, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, yakni Kapten Infanteri Zulmi dan Sersan Satu Ikhwan. Keduanya tidak sempat dievakuasi dari lokasi kejadian akibat tingginya intensitas serangan di area tersebut.
Selain korban gugur, dua prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Kapten Infanteri Sulthan dan Prajurit Kepala Deni. Keduanya berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis awal di fasilitas kesehatan sektor timur sebelum akhirnya dirujuk menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut.
Sementara itu, personel lain yang berada dalam kendaraan kedua dilaporkan dalam kondisi selamat dan berhasil kembali ke markas Sector East Headquarters sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
Insiden ini terjadi saat Satgas Indobatt menjalankan misi rutin pengawalan logistik sekaligus pengantaran perlengkapan dalam wilayah Area of Operation (AO) mereka di Lebanon Selatan.
Hingga saat ini, laporan resmi dari sektor timur UNIFIL masih dalam tahap penyusunan. Pihak TNI bersama komando UNIFIL terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses evakuasi lanjutan serta investigasi penyebab ledakan.
Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI diperkirakan segera menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, termasuk langkah-langkah lanjutan yang akan diambil.
Insiden ini menjadi pengingat atas tingginya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.












