Dirreskrimsus Polda Gorontalo Bekali Pelajar soal Hak Cipta dalam Temu Jurnalis Gorontalo 2026

Dirreskrimsus Polda Gorontalo Bekali Pelajar soal Hak Cipta dalam Temu Jurnalis Gorontalo 2026

GORONTALO, Barometer99.com – Komitmen membangun generasi muda yang melek informasi dan memahami etika jurnalistik terus diperkuat melalui kegiatan Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026. Dalam agenda yang mempertemukan insan pers, pelajar, dan mahasiswa tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo turut ambil bagian sebagai pemateri dengan membawakan materi mengenai pencegahan pelanggaran hak cipta di era digital.

Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Juni 2026 di Wombohe Jurnalis, Kota Gorontalo, merupakan hasil kolaborasi sejumlah organisasi pers konstituen Dewan Pers, yakni AMSI, SMSI, JMSI, PWI, dan IJTI Gorontalo. Forum tersebut mengusung tema “Jurnalisme Cerdas, Kritis, dan Berintegritas” sebagai upaya meningkatkan kapasitas jurnalistik sekaligus memperkuat literasi media di kalangan generasi muda.

Dalam paparannya, Dirreskrimsus menekankan pentingnya pemahaman terhadap hak kekayaan intelektual, khususnya hak cipta, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital. Menurutnya, pelajar, mahasiswa, maupun jurnalis harus memahami batasan penggunaan karya orang lain agar tidak terjerat persoalan hukum akibat pelanggaran hak cipta.

“Era digital memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, namun setiap pengguna media juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati karya dan hak intelektual orang lain,” tegasnya di hadapan peserta workshop. (kutipan disusun berdasarkan tema materi yang disampaikan dalam kegiatan).

Kehadiran jajaran Polda Gorontalo sebagai pemateri mendapat apresiasi dari peserta. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan dunia jurnalistik saat ini, terutama dalam menghadapi maraknya penyebaran konten digital, penggunaan karya tanpa izin, serta meningkatnya kebutuhan literasi hukum di kalangan masyarakat.

Ketua Panitia Temu Jurnalis Gorontalo 2026, Lukman Polimengo, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi wartawan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat. Melalui workshop, diskusi, dan berbagi pengalaman dari para praktisi, peserta diharapkan memahami etika, tanggung jawab sosial, serta tantangan profesi jurnalis di era digital.

Baca Juga :  Polres MUBA Bekuk Pengedar Sabu dengan Modus Wadah Minyak Rambut di Batanghari Leko

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Bahkan menjelang pelaksanaan, jumlah pendaftar dilaporkan mendekati 200 orang yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari wartawan, mahasiswa hingga siswa dari sejumlah sekolah di Provinsi Gorontalo.

Dukungan terhadap pelaksanaan Temu Jurnalis Gorontalo 2026 juga datang dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Polda Gorontalo. Kegiatan ini dinilai menjadi wadah strategis dalam memperkuat literasi media, meningkatkan kapasitas insan pers, serta membangun sinergi antara dunia pendidikan, media, dan pemerintah daerah.

Melalui keterlibatan pelajar dan mahasiswa sebagai peserta, Temu Jurnalis Gorontalo 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, cerdas dalam mengelola informasi, serta memahami pentingnya etika dan hukum dalam aktivitas jurnalistik maupun penggunaan media digital.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *