Umum  

Change Talk Jadi Bekal Petugas Rehabilitasi Dalam Mendorong Perubahan Perilaku Klien

Change Talk Jadi Bekal Petugas Rehabilitasi Dalam Mendorong Perubahan Perilaku Klien

Jakarta, Barometer99.com – Konsep change talk menjadi salah satu materi utama yang diberikan kepada peserta Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bidang Kesehatan bagi Petugas Rehabilitasi dalam rangka Optimalisasi Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan yang diselenggarakan Direktorat Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan (PPSDM) Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Timur, Senin (3/8).

Materi tersebut disampaikan oleh Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ., MARS., konselor adiksi dan dokter spesialis kedokteran jiwa dalam sesi Motivational Interviewing (MI) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Advance. Melalui sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun motivasi internal klien sebagai fondasi keberhasilan proses rehabilitasi.

Dalam pemaparannya, dr. Diah menjelaskan bahwa change talk merupakan pernyataan yang muncul dari diri klien yang mencerminkan keinginan, kemampuan, alasan, kebutuhan, maupun komitmen untuk melakukan perubahan. Kemampuan petugas rehabilitasi dalam menggali dan memperkuat change talk menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong klien mengambil keputusan positif serta mempertahankan proses pemulihannya.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai tahapan perubahan perilaku, mulai dari pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, aksi, hingga pemeliharaan. Pemahaman terhadap setiap tahapan tersebut diperlukan agar petugas dapat menyesuaikan pendekatan komunikasi sesuai kesiapan klien dalam menjalani proses pemulihan.

Selain itu, dr. Diah mengulas keterampilan dasar Motivational Interviewing melalui pendekatan OARS (Open-ended Questions, Affirmation, Reflective Listening, dan Summarizing) sebagai teknik komunikasi yang membantu membangun hubungan terapeutik, mengurangi resistensi, serta meningkatkan partisipasi aktif klien dalam menyusun rencana pemulihan.

Materi juga membahas berbagai strategi untuk membangkitkan change talk, seperti penggunaan pertanyaan evokatif, eksplorasi tujuan dan nilai hidup, pemanfaatan readiness ruler, serta teknik refleksi yang membantu klien mengenali konsekuensi perilaku dan memperkuat komitmen terhadap perubahan. Di sisi lain, petugas rehabilitasi diingatkan untuk menghindari berbagai hambatan komunikasi, seperti menghakimi, memberi solusi secara prematur, maupun mendominasi percakapan, yang berpotensi menghambat proses konseling.

Baca Juga :  Kompolnas Dukung Langkah Polda Metro Jaya Tekan Kejahatan Jalanan di Jakarta

Berbekal pengalaman panjang dalam pengembangan layanan rehabilitasi, termasuk pernah mengemban amanah sebagai Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Diah menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya bergantung pada intervensi medis dan psikososial, tetapi juga pada kemampuan petugas membangun komunikasi yang empatik, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan klien.

Melalui penguatan kompetensi ini, BNN terus meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi agar mampu memberikan layanan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan. Kompetensi komunikasi terapeutik diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan rehabilitasi sekaligus mendukung keberhasilan pemulihan penyalahguna dan pecandu narkotika di seluruh Indonesia.

#warondrugsforhumanity
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *