APBN 2027 Amin Ak: Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Sekedar Mesin Belanja
Jakarta, Barometer99.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, menegaskan bahwa APBN 2027 harus bertransformasi menjadi instrumen yang mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar membiayai belanja pemerintah.
Menurutnya, belanja pemerintah pada sektor strategis harus mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing nasional.
Amin mengapresiasi perubahan paradigma pemerintah dari _spending_ menjadi _spending to invest_, yaitu menjadikan APBN sebagai pengungkit investasi.
Namun, Ia mengingatkan bahwa perubahan tersebut harus disertai tata kelola yang baik dan penajaman prioritas agar benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.
Ia menilai desain Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027 yang mengandalkan pembiayaan APBN sekitar Rp 625 triliun dari total kebutuhan Rp 2.178 triliun menunjukkan APBN mulai diposisikan sebagai katalis investasi.
Meski demikian, banyaknya program prioritas berpotensi memecah fokus kebijakan. Karena itu, pemerintah perlu menyusun hierarki prioritas berdasarkan besarnya multiplier effect, kemampuan menciptakan lapangan kerja, dan kecepatan menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Amin juga menekankan bahwa keberhasilan APBN tidak boleh lagi diukur hanya dari tingginya penyerapan anggaran, melainkan dari hasil nyata (_outcome_) seperti meningkatnya investasi, tumbuhnya industri, bertambahnya kesempatan kerja, naiknya produktivitas, dan berkurangnya kemiskinan.
Setiap program harus memiliki indikator _outcome_ yang terukur agar efektivitas belanja dapat dievaluasi secara objektif.
Terkait tingginya porsi pembiayaan non-APBN, Amin mengingatkan bahwa target tersebut hanya dapat tercapai apabila pemerintah mampu menghadirkan proyek yang layak secara ekonomi, serta didukung kepastian hukum, tata kelola yang baik, regulasi yang jelas, dan investor _pipeline_ yang memadai.
Dalam stetemannya yang diterima Efendi reporter Elshinta ia juga menegaskan pentingnya menjadikan hilirisasi sebagai fokus APBN 2027 dengan orientasi pada peningkatan nilai tambah industri, daya saing manufaktur, produktivitas tenaga kerja, dan kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi.
Efisiensi belanja negara pun harus diarahkan pada pengalihan anggaran ke sektor-sektor produktif seperti ketahanan pangan, energi, pendidikan vokasi, hilirisasi, dan penguatan UMKM.
Di tengah ketidakpastian global, Amin mengingatkan agar APBN 2027 tetap adaptif dan menjaga ruang fiskal yang cukup.
Menurutnya, APBN harus menjadi instrumen strategis yang mampu menarik investasi, memperkuat sektor produktif, membuka lapangan kerja, dan menjadi mesin pertumbuhan menuju Indonesia Emas 2045. (Efendi)












