Umum  

PKB Mendukung Target 5.000 Jembatan Desa, Namun Infrastruktur Dasar Harus Sampai Ke Pelosok

PKB Mendukung Target 5.000 Jembatan Desa, Namun Infrastruktur Dasar Harus Sampai Ke Pelosok

Jakarta. Barometer99.com — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Ruslan Daud, mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya konektivitas antardesa dan pemerataan infrastruktur dasar. Dukungan itu disampaikan menanggapi pidato Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).

“Pembangunan infrastruktur harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan sampai masih ada anak-anak yang harus mempertaruhkan keselamatan atau menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk pergi ke sekolah karena akses jembatan dan jalan belum tersedia,” ucap Ruslan, Sabtu (15/08/2026).

Ruslan menilai infrastruktur seperti jembatan desa memiliki arti penting bagi masyarakat perdesaan dan daerah terpencil, termasuk anak-anak yang harus pergi ke sekolah. Anggota DPR Dapil Aceh 2 itu menegaskan pembangunan proyek besar dan strategis harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga di pelosok. “Kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar harus menikmati kualitas hidup yang baik,” ujarnya.

Ketua DPW PKB Aceh itu mendorong pemerintah memprioritaskan pembangunan di daerah terpencil, tertinggal, dan kepulauan yang selama ini minim akses. “Jangan sampai ada kesenjangan antara pembangunan di pusat kota dengan masyarakat di desa-desa dan wilayah terpencil. Infrastruktur dasar harus menjadi fondasi agar seluruh masyarakat merasakan kehadiran negara,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa rampung dibangun hingga akhir tahun ini agar tidak ada lagi anak sekolah yang mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai. Ruslan meminta target itu dikawal agar tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan juga memperhatikan kualitas konstruksi, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan pemeliharaan. (Efendi)

Baca Juga :  Harga Umrah di Riau Terancam Melonjak, Travel Protes Kenaikan Tiket Pesawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *