SBY Sentil Politik Nasional, Minta Prabowo Kembalikan Etika dan Keberadaban dalam Perebutan Kekuasaan
JAKARTA, Barometer99.com — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan politik nasional yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Ia secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto menghidupkan kembali praktik politik yang menjunjung tinggi moralitas, etika, dan nilai-nilai keadaban.
Pesan tersebut disampaikan SBY melalui akun media sosial X @SBYudhoyono pada Rabu (4/11/2026). Dalam unggahannya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mempertanyakan arah kehidupan politik Indonesia yang menurutnya semakin jauh dari prinsip-prinsip moral.
“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulis SBY.
Mantan kepala negara tersebut mengaku khawatir apabila praktik politik yang mengabaikan etika terus berkembang dan pada akhirnya berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Menurut SBY, kondisi tersebut berpotensi membuat rakyat merasa takut dan kehilangan ketenteraman ketika menjalani kehidupan di negaranya sendiri.
Keprihatinan itu kemudian disertai pesan khusus kepada Presiden Prabowo. SBY berharap kepala negara mengambil peran dalam mengembalikan tradisi politik yang mengedepankan tanggung jawab, moralitas, dan kepentingan bangsa.
“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban,” ungkapnya.
SBY menegaskan bahwa upaya menghidupkan kembali politik berkeadaban bukan sekadar persoalan dinamika kekuasaan, melainkan sebuah panggilan sejarah dan amanah rakyat.
“Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini,” lanjutnya.
MUNCUL DI TENGAH POLEMIK PENYADAPAN
Pernyataan SBY tersebut menjadi perhatian karena disampaikan di tengah dinamika politik nasional yang turut diwarnai pengusutan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting.
Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap dugaan penyalahgunaan sistem penyadapan yang melibatkan sejumlah personel kepolisian. Perkara tersebut berkembang menjadi perhatian publik setelah sejumlah perwira tinggi Polri ditetapkan sebagai tersangka.
Situasi ini membuat pesan SBY mengenai etika dalam perebutan kekuasaan mendapat sorotan lebih luas.
Meski tidak merinci pihak-pihak yang dimaksud dalam kritiknya, SBY menekankan pentingnya menjaga moralitas dalam kehidupan politik dan memastikan kekuasaan tidak diperoleh melalui cara-cara yang bertentangan dengan nilai hukum maupun etika.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya membutuhkan kekuatan pemerintahan, tetapi juga praktik politik yang bertanggung jawab.
Bagi SBY, politik berkeadaban merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kehidupan demokrasi Indonesia.












