Prabowo Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Gejolak Global: Boleh Berbeda, Jangan Terpecah
JAKARTA, Barometer99.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat persatuan nasional dan mengutamakan kepentingan rakyat di tengah dinamika geopolitik serta ketidakpastian global yang semakin kompleks.
Presiden menilai Indonesia membutuhkan kebersamaan dan soliditas seluruh elemen bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, politik, sosial, hingga keamanan nasional.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan bahwa perbedaan pandangan, kompetisi politik, serta kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, seluruh dinamika tersebut harus tetap berada dalam semangat menjaga keutuhan bangsa dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa kritik dan koreksi tetap diperlukan untuk memperbaiki kebijakan serta mendorong pemerintahan bekerja lebih baik. Meski demikian, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak persatuan nasional.
“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” tegas Prabowo sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Negara.
Persatuan Jadi Modal Menghadapi Tantangan Global
Prabowo menilai situasi internasional yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memperkuat ketahanan nasional sekaligus memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan bangsa.
Menurutnya, persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan saling berkaitan sehingga tidak dapat ditangani secara terpisah. Diperlukan pendekatan menyeluruh serta kerja sama antarelemen bangsa agar Indonesia mampu menghadapi perubahan global.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya menjaga kekayaan alam dan memastikan sumber daya nasional memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Dalam bidang hubungan internasional, Indonesia tetap berkomitmen menjalankan politik luar negeri yang menghormati negara lain, mengedepankan persahabatan, serta tidak terikat pada blok kekuatan tertentu.
Prinsip tersebut, menurut Prabowo, menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan sekaligus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara.
Kritik Tetap Penting dalam Demokrasi
Sikap Presiden terhadap persatuan nasional juga sejalan dengan pernyataannya dalam acara puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, pada 9 September 2026.
Saat itu, Prabowo menekankan bahwa negara yang menganut demokrasi harus terbuka terhadap kritik, saran, dan koreksi. Perbedaan pilihan maupun pandangan politik merupakan hal yang wajar selama masyarakat tetap menjaga kerukunan dan mengutamakan kepentingan rakyat.
Presiden juga mengingatkan bahwa kompetisi tidak harus menghilangkan hubungan persahabatan dan semangat kekeluargaan sebagai sesama anak bangsa.
Pesan tersebut menegaskan bahwa persatuan nasional bukan berarti menghapus perbedaan. Sebaliknya, keberagaman pandangan harus dikelola secara dewasa agar menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.
Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengesampingkan kepentingan kelompok apabila bertentangan dengan kepentingan nasional yang lebih besar.
Pemerintah, menurut arahannya, harus terus bekerja memperkuat ketahanan negara, menjaga kedaulatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Persatuan juga perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, serta menghargai keberagaman agama, suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan, perbedaan pandangan diharapkan tidak berkembang menjadi perpecahan, melainkan menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat dan konstruktif.
Pesan Presiden tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan ruang bagi kritik dan perbedaan pendapat, sementara persatuan menjadi fondasi penting bagi bangsa untuk menghadapi tantangan masa depan.
Boleh berbeda pandangan, saling mengkritik, dan berkompetisi dalam demokrasi. Namun, kepentingan rakyat, keutuhan bangsa, dan masa depan Indonesia harus tetap menjadi prioritas bersama.
Sumber: Sekretariat Negara RI, Sekretariat Presiden, dan ANTARA News.












