34 UMKM Majalengka Siapkan 2,4 Juta Genteng SNI, 600 Truk Dikerahkan untuk Program Gentengisasi Nasional
MAJALENGKA, Barometer99.com — Sebanyak 34 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen genteng tanah liat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bersiap mendukung pelaksanaan program gentengisasi nasional. Para produsen yang mayoritas berasal dari Kecamatan Jatiwangi tersebut telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menyiapkan sebanyak 2,4 juta keping genteng untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat peran UMKM lokal dalam pembangunan sektor perumahan nasional.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, telah melaporkan kesiapan produksi dan distribusi genteng tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Maruarar menyampaikan, keterlibatan 34 UMKM yang telah memenuhi standar SNI menjadi langkah penting untuk memastikan produk genteng lokal memiliki kualitas yang terjamin dan mampu memenuhi kebutuhan pembangunan perumahan.
Menurutnya, produksi sebanyak 2,4 juta keping genteng tersebut merupakan jumlah yang signifikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan material atap rumah masyarakat di berbagai daerah.
“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI (Standar Nasional Indonesia) ya, dan 34 UMKM ini menyiapkan 2,4 juta genteng produk UMKM, genteng dari tanah liat. Sehingga UMKM-nya tidak hanya juga maju, tetapi berkualitas ya karena ada standar tadi,” ujar Maruarar.
Ia juga menilai kesiapan produksi tersebut membuka peluang bagi produk UMKM Majalengka untuk memperluas jangkauan pemasaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan program perumahan pemerintah.
Dari sisi distribusi, pengiriman jutaan genteng itu direncanakan melibatkan sekitar 600 unit truk pengangkut. Armada tersebut dipersiapkan untuk membawa produk dari Kecamatan Jatiwangi menuju sejumlah titik distribusi di Jawa Barat.
Berdasarkan rencana yang disampaikan, pemberangkatan armada dijadwalkan pada Minggu siang, 8 November 2026, dengan titik awal pengiriman dari wilayah Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material bangunan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama para perajin dan pelaku usaha genteng tanah liat yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi daerah.
Dengan adanya standar kualitas SNI, produk genteng yang dihasilkan UMKM diharapkan semakin kompetitif dan memiliki kepercayaan pasar yang lebih kuat. Peluang permintaan dalam jumlah besar juga dapat mendorong keberlanjutan usaha, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi di sentra industri genteng.
Kecamatan Jatiwangi sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng tanah liat di Jawa Barat. Keterlibatan puluhan UMKM dalam program berskala nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat industri kerajinan lokal agar mampu berkembang seiring dengan kebutuhan pembangunan perumahan.
Melalui program gentengisasi nasional, pemerintah diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus memastikan pelaku UMKM mendapatkan ruang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Kesiapan 34 UMKM Majalengka dengan kapasitas pasokan 2,4 juta keping genteng menjadi salah satu langkah yang menunjukkan bagaimana kebutuhan pembangunan perumahan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.












