Umum  

Beroperasinya Kopdes, Komisi VI Haji Nasim Khan Distributor Dan KiosPupuk Tak Perlu Cemas

Beroperasinya Kopdes, Komisi VI Haji Nasim Khan Distributor Dan KiosPupuk Tak Perlu Cemas

Situbondo. Barometer99.com – Anggota Komisi VI DPR RI Ir. Haji Nasim Khan menegaskan rencana pelibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dalam distribusi pupuk bersubsidi bukan berarti mematikan usaha distributor maupun kios pengecer yang selama ini melayani kebutuhan petani.

Langkah tersebut menurut legislator dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mekanisme distribusi pupuk melalui Kopdes tetap akan diatur melalui regulasi. Pemerintah melalui Agrinas Pangan, menurut dia, akan mengembangkan peran Kopdes dalam rantai distribusi tersebut tanpa serta-merta menghapus saluran distribusi yang sudah berjalan.

“Kopdes itu via masyarakat, sedangkan regulasi yang disampaikan itu bukan berarti semua pemasok distribusi dan kios yang ada itu langsung dihentikan. Tidak,” kata Nasim Khan. Kamis (21/10/2026).

Kata alumni Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang keberadaan Kopdes tidak otomatis membuat seluruh distributor dan kios pupuk yang selama ini melayani petani kehilangan peran.

“Nanti Agrinas Pangan akan membuat Kopdes-Kopdes ini menjadi distributor juga dalam regulasinya dia sendiri, Agrinas dan Kopdes. Tentu semua berjalan, yang penting kan kepentingan masyarakat bisa terima pupuk,” ujarnya.

Nasim kembali menegaskan, mekanisme tersebut tidak dimaksudkan untuk mematikan pelaku usaha distribusi pupuk yang sudah ada. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan dampak kebijakan sebelum aturan teknisnya dipahami secara utuh.

“Ini bukan mematikan semuanya. Tidak, tidak mematikan semuanya itu. Sudah ada kok nanti regulasinya,” tegasnya.

Di Kabupaten Bondowoso, jaringan distribusi pupuk saat ini terdiri atas 11 distributor yang melayani sejumlah kecamatan. Selain itu, terdapat 302 kios pupuk yang tersebar di 209 desa di seluruh Bondowoso.

Sebelas distributor tersebut meliputi CV Sejahtera Tani yang melayani Kecamatan Tenggarang, Klabang, dan Prajekan; CV Abdi Karya Mandiri di Sukosari; serta CV Arifan Jaya di Tapen dan Sumberwringin.

Baca Juga :  1,3 Ton Narkoba Digagalkan TNI AL, Komisi I: Perketat Pengawasan Jalur Laut

Berikutnya, CV Fia Mandiri melayani Kecamatan Tlogosari, Pujer, Wringin, dan Jambesari. PT Anak Gresik Raya Kencana melayani Kecamatan Wonosari dan Tegalampel, sedangkan CV Karunia melayani Kecamatan Cermee dan Botolinggo.

CV Kusuma Tani melayani Kecamatan Maesan dan Tamanan. Sementara itu, Koperasi Konsumen Keluarga Besar Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG) melayani Kecamatan Bondowoso dan Taman Krocok.

Distributor lainnya adalah CV Margo Tani Mapan yang melayani Kecamatan Grujugan dan Binakal, CV Kharisma Sejati di Kecamatan Pakem, serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di Kecamatan Curahdami.

Keberadaan 11 distributor dan 302 kios tersebut menggambarkan luasnya jaringan penyaluran pupuk yang telah berjalan di Bondowoso. Karena itu, kejelasan mekanisme pelibatan Kopdes menjadi penting agar penataan distribusi tidak mengganggu akses petani terhadap pupuk bersubsidi, terutama ketika memasuki musim tanam.

Nasim menambahkan, penataan distribusi melalui Kopdes tidak hanya berkaitan dengan pupuk bersubsidi, tetapi juga sejumlah komoditas dan layanan lain, termasuk LPG 3 kilogram.

“Dan itu bukan cuma pupuk, tapi semua, LPG, gas, dan semuanya. Semua ada aturannya,” pungkasnya. (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *