HKTI Lumajang Menilai 2 Tahun Kabinet Merah Putih Mewujudkan Swasembada Pangan Komitmen Dan Mensejahterakan Petani
Lumajang. Barometer.com – Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di tahun kedua utamanya dalam mewujudkan program swasembada pangan nasional dalam pandangan dari DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur memberikan apresiasi sekaligus catatan strategis terkait komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Lumajang, HM. Jamaluddin, menyampaikan bahwa perjalanan dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih telah menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di daerah.
“Dua tahun perjalanan Kabinet Merah Putih adalah momentum refleksi sekaligus akselerasi. Kami di HKTI Lumajang melihat fondasi kebijakan ketahanan pangan nasional makin solid. Namun, kunci keberhasilannya terletak pada bagaimana kebijakan pusat dapat terkonversi secara nyata menjadi peningkatan kesejahteraan petani di tingkat tapak,” ujar Jamal dalam keterangan resminya. Rabu (21/10/2026.
HM. Jamaluddin menekankan beberapa poin krusial yang menjadi fokus perhatian HKTI Lumajang dalam mengawal kebijakan Kabinet Merah Putih ke depan:
1. Akselerasi Swasembada dan Kedaulatan Pangan, HKTI Lumajang mendukung penuh target pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Sektor pertanian di Lumajang mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan memiliki potensi besar untuk menopang lumbung pangan nasional.
2. Hilirisasi Pertanian dan peningkatan Nilai Tambah, HM. Jamaluddin menegaskan pentingnya pergeseran fokus dari sekadar peningkatan produksi menuju hilirisasi hasil tani. Petani Lumajang harus didorong agar mampu mengolah produk pertanian hingga memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga surplus hasil panen berdampak langsung pada ekonomi keluarga tani.
3. Kemudahan Akses Bantuan dan Alsintan, HKTI Lumajang mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dalam penyaluran bantuan sarana prasarana serta alat mesin pertanian (alsintan). HKTI siap terus menjadi jembatan dan rumah aspirasi agar bantuan pemerintah tepat sasaran serta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para kelompok tani.
4. Penguatan Kelembagaan Petani hingga Tingkat Desa, Sejalan dengan konsolidasi organisasi yang terus berjalan, pengurus HKTI di tingkat kecamatan (PAC) siap menjadi garda terdepan mendampingi petani, memfasilitasi adopsi teknologi ramah lingkungan, dan memperkuat posisi tawar petani di pasar.
Mengakhiri pernyataannya, Ketua DPC HKTI Lumajang mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Kabupaten, akademisi, hingga pelaku usaha untuk terus bergotong royong.
“HKTI Lumajang siap ! menjadi mitra strategis Kabinet Merah Putih dan Pemerintah Daerah. Mari kita bersatu padu memastikan bahwa petani tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan subjek utama dan aktor sejahtera dalam panggung kedaulatan pangan Indonesia,” pungkas Jamal. (Efendi)












