Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Sebaran Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau
JAKARTA, Barometer99.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tito meminta Pemda terus memantau perkembangan situasi serta menyesuaikan layanan publik dengan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing daerah.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Sumatera Selatan.
Menurut Tito, Pemda perlu memastikan kesiapan respons apabila terjadi peningkatan dampak erupsi. Pemantauan kondisi di lapangan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mengacu pada informasi resmi pemerintah.
Selain kesiapsiagaan daerah, Tito mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama organ pernapasan dan mata yang dapat terdampak paparan abu vulkanik.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker serta pelindung mata apabila diperlukan. Pemda juga diminta aktif membagikan masker kepada masyarakat yang berada di kawasan terdampak sebaran abu.
“ Saya juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, khususnya sistem pernapasan dan mata, dengan menggunakan masker serta pelindung mata apabila diperlukan. Saya juga mengimbau Pemda agar membagikan masker kepada masyarakat di daerah terdampak,” ujar Tito.
Untuk sektor transportasi, khususnya layanan transportasi lokal yang menjadi kewenangan Pemda, penanganannya diminta menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.
Transportasi darat, laut, sungai maupun danau perlu mendapat perhatian apabila terjadi peningkatan risiko akibat sebaran abu vulkanik. Pemda diminta segera mengambil langkah respons berdasarkan informasi resmi pemerintah.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar juga diminta menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.
Apabila situasi masih memungkinkan, kegiatan pembelajaran dapat tetap berlangsung, terutama di dalam ruangan, sembari terus memantau perkembangan aktivitas gunung api maupun sebaran abu vulkanik.
Adapun kegiatan belajar mengajar di luar ruangan perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.
Mendagri menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap perkembangan terkait erupsi dapat direspons secara cepat dan tepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.












