DPMD Lumajang Gaet Elemen Masyarakat Jadi Motor Sukseskan Imunisasi Lengkap

DPMD Lumajang Gaet Elemen Masyarakat Jadi Motor Sukseskan Imunisasi Lengkap

Lumajang. Barometer99.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang Jawa Timur mengelar sosialisasi melengkapi imunisasi dan cegah PDBI dengan tema “MAPAN LUMAJANG” (MAsyarakat PenDAmping imuNisasi Kabupaten Lumajang). Sebagai narasumber Kepala Sub Bagian Keuangan DPMD Kabupaten Lumajang ibu Indah Ratnawati, S.Kep., Ns.

Dalam agenda yang digelar hari Senin 07 September 2026 berada di ruangan DPMD di jalan MT. Haryono inovasi dari Kepala Sub Bagian Keuangan DPMD Kabupaten Lumajang Indah Ratnawati, dalam penyampaian materi bahwa, inovasi MAPAN LUMAJANG, tajuk digagas oleh Indah Ratnawati menjadi garda terdepan dalam mendampingi keluarga yang memiliki anak dengan melakukan imunisasi yang belum lengkap.

“Keberadaan tokoh masyarakat dengan berbagai latar belakang organisasi seperti Fatayat, Aisyah maupun lainnya punya peran penting dalam mewujudkan program imunisasi dapat dilaksanakan dengan lengkap. Maka perlunya pendampingan lewat orang tua balita, bayi maupun anak-anak,” kata Indah, Senin (07/09/2026).

Dijelaskan native speaker yang latarbelakangnya dari profesi keperawatan, bahwa pendampingan yang dilakukan meliputi pemberian informasi yang benar dan edukatif mengenai pentingnya imunisasi, serta memberikan pendampingan cara penanganan awal jika terdapat keluhan setelah imunisasi.

“Pendamping ini berasal dari masyarakat itu sendiri. Bisa dari anggota PKK, Aisyiyah, Muslimat, Fatayat, kader, kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya dan bukan dari tenaga kesehatan. Harapannya Pendamping MAPAN LUMAJANG bisa menjadi penghubung antara keluarga dengan layanan kesehatan,”

Dengan adanya MAPAN LUMAJANG, diharapkan tidak ada lagi anak di Kabupaten Lumajang yang tertinggal imunisasinya. Melalui gotong royong lintas organisasi masyarakat dan pemerintah, target mewujudkan generasi Lumajang yang sehat, kuat, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat tercapai.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

Dalam kesempatan tatap muka dengan para undangan Indah Ratnawati dan juga sebelum membuka ruang tanya jawab, diberikan pemaparan beberapa bukti yang ditemui dilapangan adanya balita tidak melakukan imunisasi seperti contoh anak atas nama samaran Adila usia 34 bulan dalam keterangan dari orang tuanya, setelah dilakukan BCG suhu badan naik (panas-red), kakak riwayat sering kejang. Sementara itu orang perempuan mempunyai pikiran jika kakaknya sering kejang begitu dengan adiknya.

Indah Ratnawati mendalami dari permasalahan yang ada di tengah masyarakat orang tua yang tidak melakukan imunisasi kepada putra putrinya hingga lengkap disebabkan adanya pemahaman yang masih minim.

“Ada orang tua dari anak yang ditemui enggan membawa putra putrinya imunisasi karena ada dari orang yang mereka jadi panutan atau tempat mencari nafkah anak-anaknya tidak dilakukan imunisasi. Maka temuan itu jadi sampel harus ada pendekatan dari orang-orang yang jadi panutan,” ucapnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 WIB Mengundang Dinkes, Puskesmas rogotrunan, TP PKK (kabupaten, kecamatan lumajang, kelurahan jogotrunan), Aisyiyah, Fatayat, Muslimat, Kelurahan jogotrunan.

Kegiatan yang di buka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lumajang Bayu Ruswantoro,S.STP. dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, TP-PKK Kabupaten Lumajang, Pimpinan Daerah Aisyiyah Lumajang.

Selian itu dalam undangan dihadiri Pimpinan Cabang Muslimat NU Lumajang, Pimpinan Cabang Fatayat NU Lumajang, TP-PKK Kecamatan Lumajang, Redhi Setiadi, S.IP., M.P.A. Coach sebagai pendamping dari The Reform Initiatives (TRI). (Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *