Presiden Prabowo Perintahkan Master Plan Mitigasi Bencana, Kesiapan Alat dan Personel Diperkuat

Presiden Prabowo Perintahkan Master Plan Mitigasi Bencana

JAKARTA, Barometer99.com – Berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik membuat Indonesia harus senantiasa waspada terhadap berbagai potensi bencana. Pemerintah pun terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana di berbagai wilayah tanah air.

Sejumlah langkah penanganan saat ini dilakukan pemerintah, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemulihan dampak gempa bumi di Flores, hingga penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Di tengah berbagai ancaman tersebut, pemerintah juga terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan agar mampu merespons bencana secara cepat dan terukur.

Dalam rapat terbatas yang dilaksanakan secara virtual, Senin (7/9/2026), Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pemerintah menyusun master plan mitigasi bencana yang lebih menyeluruh.

Presiden menekankan pentingnya memastikan seluruh kebutuhan dalam menghadapi bencana tersedia secara memadai. Prinsip yang ditekankan adalah “lebih baik lebih daripada kurang.”

Kesiapan tersebut mencakup penguatan sarana dan prasarana penanganan bencana, di antaranya penambahan helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca, hingga pemanfaatan teknologi drone.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah ketika terjadi bencana, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Selain kesiapan peralatan, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak erupsi gunung api.

Informasi mengenai potensi dampak erupsi, khususnya terhadap kesehatan masyarakat dan keselamatan penerbangan, perlu disampaikan secara jelas agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Pemerintah memastikan kehadiran negara tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Penanganan akan terus dilakukan hingga masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana benar-benar pulih.

Baca Juga :  Bamsoet Apresiasi Terobosan Cepat Dubes Junimart Girsang Benahi KBRI Roma

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang lebih kuat, sehingga Indonesia semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *