IKKTB Bangkitkan Semangat Kemerdekaan di Puncak Gunung Tatanggo, PPI : Jadi Contoh bagi Organisasi di Buru
Namlea, Barometer99.com – Komitmen Ikatan Keluarga Keturunan Thionghoa Buru (IKKTB) dalam membangkitkan semangat nasionalisme melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Buru, Sofyan Muhammadia, SE.
IKKTB berencana menggelar peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di puncak Gunung Tatanggo, Kabupaten Buru.
Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air sekaligus upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Menurut Sofyan, semangat yang ditunjukkan IKKTB patut diapresiasi karena peringatan kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan dan menumbuhkan kesadaran generasi penerus tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa.
“Perayaan 17 Agustus bukan hanya sebuah tradisi. Ini adalah panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk mencintai tanah air, menghargai perjuangan para pahlawan, dan menunjukkan partisipasi nyata dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Sofyan.
Ia berharap langkah IKKTB dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan, komunitas, maupun kelompok masyarakat lainnya di Kabupaten Buru untuk turut menyemarakkan HUT Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sofyan menyebut, tahun 2026 menjadi tahun kedua bagi IKKTB dalam melaksanakan peringatan HUT Kemerdekaan di puncak Gunung Tatanggo. Konsistensi tersebut, kata dia, menunjukkan adanya semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia yang terus dijaga.
“Semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi organisasi lain agar bersama-sama menyambut Hari Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Sofyan, peringatan HUT Kemerdekaan juga memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Upacara bendera, kegiatan kebersamaan, perlombaan hingga aksi sosial dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai disiplin, gotong royong, persaudaraan dan kecintaan terhadap tanah air.
Momentum 17 Agustus juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk kembali mengingat sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan yang diraih Indonesia tidak lahir dengan mudah, melainkan melalui pengorbanan jiwa, raga, pikiran dan harta para pejuang.
Karena itu, generasi penerus diharapkan tidak hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga mampu mengisinya dengan karya, pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.
Lebih lanjut, Sofyan menilai semangat persatuan yang tumbuh dalam berbagai kegiatan kemerdekaan merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Perbedaan suku, agama, ras dan budaya, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap keterlibatan seluruh anggota IKKTB dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, semangat kebersamaan tidak hanya terlihat dari kalangan generasi muda, tetapi juga mendapat dukungan dan keterlibatan aktif para orang tua.
“Yang paling membanggakan adalah semangat kebersamaan yang ditunjukkan IKKTB. Bukan hanya generasi muda, tetapi para orang tua juga turun langsung berpartisipasi.
Inilah wujud nyata bahwa semangat kemerdekaan mampu menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang,” pungkas Sofyan.
Ia berharap semangat tersebut terus dipelihara dan menjadi bagian dari budaya kebersamaan masyarakat Kabupaten Buru dalam menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. (*)












