Umum  

Perang Iran-Israel-Amerika Mengancam Stabilitas Kawasan, Rahman Sabon Nama Dorong Prabowo Perkuat ASEAN

Rahman Sabon Nama Dorong Prabowo Perkuat ASEAN

JAKARTA, Barometer99.com — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia pun didorong memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara ASEAN untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak konflik Iran-Israel-Amerika.

Dorongan tersebut disampaikan pengamat pertahanan Rahman Sabon Nama menyikapi perkembangan situasi keamanan global dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta pimpinan sejumlah lembaga penegak hukum di Kantor Kemenko Polkam RI, Jakarta.

Rahman menilai posisi Indonesia sebagai salah satu negara penting di kawasan membuat penguatan komunikasi dengan negara-negara ASEAN menjadi langkah strategis dalam menghadapi ketidakpastian global.

“ASEAN dihadapkan pada dampak perang. Diharapkan Presiden Prabowo Subianto segera memperkuat komunikasi dengan negara-negara tetangga,” kata Rahman, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, koordinasi regional diperlukan agar negara-negara Asia Tenggara memiliki kesiapan bersama dalam menghadapi potensi dampak lanjutan konflik global.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan perkembangan situasi global terus menjadi perhatian. Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa kondisi global saat ini dapat memberikan dampak terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Pemerintah terus berupaya keras agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat diminimalkan,” demikian poin keterangan Menko Polkam dalam pertemuan tersebut.

Pemerintah, kata dia, terus memantau dan memperhitungkan berbagai perkembangan yang terjadi agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan program pemerintah yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat.

Dari sisi keamanan nasional, pemerintah memastikan kondisi dalam negeri tetap kondusif. Pemantauan terhadap berbagai perkembangan dilakukan secara terpadu oleh unsur keamanan dan intelijen.

Dalam konferensi pers tersebut, Djamari menyebut Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN serta seluruh unsur intelijen terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Baca Juga :  Polres Muratara & Kejari Lubuklinggau Sepakat Tetapkan Kepala BKPSDM Muratara Sebagai Tersangka Korupsi

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung Prof. Dr. H. ST Burhanuddin, S.H., M.M., serta Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra.

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi keamanan nasional tetap terkendali di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Sementara itu, dorongan Rahman agar Presiden Prabowo memperkuat koordinasi ASEAN menempatkan kerja sama regional sebagai salah satu instrumen penting untuk menjaga ketahanan kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Dengan komunikasi yang lebih erat antarpemimpin ASEAN, Indonesia diharapkan dapat turut mendorong langkah bersama untuk menjaga stabilitas dan kepentingan negara-negara Asia Tenggara.

(Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *