Sejowet~ Tangis haru dan sukacita pecah di tengah masyarakat Desa Sejowet. Setelah melewati perjuangan panjang selama tiga tahun, impian warga untuk menikmati terang listrik akhirnya menjadi kenyataan. Tepat pada 6 Agustus 2026, di bulan yang penuh semangat kemerdekaan, listrik desa (Lisdes) resmi menyala dan menerangi kehidupan masyarakat Desa Sejowet, ” Jumat (7/8/2026)
Momen bersejarah tersebut terasa semakin sakral karena penyalaan Lisdes bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Desa Sejowet, Siel, S.Pd., yang ke-35 tahun. Sebuah hadiah istimewa yang bukan hanya bermakna bagi sang kepala desa, tetapi juga menjadi kado bagi seluruh masyarakat Desa Sejowet yang selama ini menantikan hadirnya listrik di wilayah mereka.
Perjalanan menghadirkan listrik ke Desa Sejowet bukanlah perkara mudah. Perjuangan tersebut telah dimulai sejak Juni 2023 dan baru membuahkan hasil pada Agustus 2026. Selama kurang lebih tiga tahun, berbagai proses, tantangan, kendala dan perjuangan harus dilewati hingga akhirnya cahaya benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Jalan panjang itu ibarat melewati arus yang begitu deras. Namun, dengan tekad, kesabaran dan perjuangan yang tidak pernah surut, satu demi satu rintangan akhirnya dapat dilalui. Hingga pada waktunya, apa yang selama ini diperjuangkan berubah menjadi kenyataan: Desa Sejowet kini terang.
Bagi masyarakat, nyalanya listrik bukan sekadar cahaya yang menerangi rumah-rumah pada malam hari. Lebih dari itu, listrik menjadi simbol hadirnya pemerataan pembangunan, terbukanya peluang baru dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap masa depan desa.
Semboyan “Desa Sejowet Terang” yang selama ini digaungkan pun akhirnya bukan lagi sekadar slogan. Pada 6 Agustus 2026, semboyan tersebut benar-benar menjadi nyata.
Kepala Desa Sejowet, Siel, S.Pd., mengatakan bahwa hadirnya listrik di Desa Sejowet merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan pemerataan hak sebagai warga negara.
“Mimpi saya adalah adanya pemerataan hak bagi seluruh warga negara dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa yang dinikmati masyarakat di kota, kiranya juga dapat dinikmati oleh masyarakat yang berada di pedalaman dan pelosok negeri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kades Sejowet menambahkan bahwa perjalanan menuju terwujudnya Lisdes selama tiga tahun bukanlah perjuangan yang ringan. Banyak dinamika dan tantangan yang harus dilewati, namun dirinya meyakini setiap perjuangan akan menemukan jawabannya pada waktu yang tepat.
“Kami melewati arus yang begitu deras, tetapi Puji Tuhan, semua perjuangan itu akhirnya boleh terjawab. Terang itu datang pada waktunya. Hari ini kita melihat sendiri bahwa apa yang selama ini kita perjuangkan bersama akhirnya menjadi kenyataan,” tambah Siel.
Menurutnya, hadirnya listrik harus menjadi awal dari semangat baru bagi masyarakat Desa Sejowet. Terangnya lampu di malam hari diharapkan dapat membawa terang pula bagi pendidikan anak-anak, aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan sosial dan pembangunan desa.
Harapan Baru dari Warga
Kebahagiaan juga dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Sejowet. Salah seorang warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya hingga listrik akhirnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berbahagia. Penantian selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Selama ini kami hanya bisa berharap dan berdoa agar listrik dapat masuk ke desa kami, dan hari ini kami menyaksikan langsung lampu menyala di rumah-rumah kami. Ini merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran listrik tidak hanya menerangi Desa Sejowet pada malam hari, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Semoga dengan adanya listrik ini, anak-anak kami semakin terbantu dalam belajar pada malam hari, kegiatan ekonomi masyarakat dapat berkembang, dan kesejahteraan warga semakin meningkat. Terima kasih kepada Kepala Desa serta seluruh pihak yang telah memperjuangkan hadirnya listrik ini. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Warga berharap kehadiran listrik dapat menjadi awal terbukanya akses pembangunan yang lebih luas di Desa Sejowet. Cahaya yang kini menerangi desa diharapkan menjadi simbol dimulainya berbagai kemajuan baru bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Bagi warga Sejowet, malam 6 Agustus 2026 akan menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan sejarah desa. Cahaya yang menyala bukan hanya menerangi rumah dan jalan, tetapi juga menjadi tanda bahwa perjuangan, doa dan harapan yang terus dipelihara akhirnya dapat berbuah manis.












