Palembang, Barometer99.com — Kebakaran lahan melanda kawasan Jalan DI Panjaitan, tepatnya di sebelah Lorong Civo, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Senin (3/8/2026) malam. Api yang cepat membesar di tengah kondisi vegetasi kering sempat memicu kekhawatiran warga sekitar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Laporan kebakaran pertama kali diterima Pos Pemadam Kebakaran Seberang Ulu (SU) II pada pukul 18.30 WIB dari warga setempat. Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Regu D Pos SU II, Pos Merdeka, serta bantuan dari armada Pertamina langsung diterjunkan ke lokasi.
Proses penanganan yang melibatkan Unit 09 Pos SU II, Unit 18 Pool Pos Merdeka, dan dua unit pemadam Pertamina ini berlangsung lebih dari tiga jam hingga pendinginan selesai sepenuhnya pada pukul 21.40 WIB.
Komandan Peleton (Danton) Pos SU II, Yurianto, menyatakan bahwa kondisi angin dan material semak yang kering menjadi tantangan utama personel di lapangan.
”Kondisi cuaca yang terik beberapa hari terakhir membuat vegetasi di lokasi sangat kering dan mudah terbakar. Dugaan sementara asal api dipicu oleh kelalaian, seperti buangan puntung rokok atau upaya pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujarnya, Senin (3/8/2026) malam.
Yurianto mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sementara itu, total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Kapolsek Plaju AKP Sutioso membenarkan adanya insiden kebakaran di wilayah hukumnya. Jajaran piket Polsek Plaju bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan para saksi.
”Benar ada peristiwa kebakaran tersebut. Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong aset PT Pertamina Patra Niaga MOR II Sumbagsel eks dermaga batubara Komperta Bagus Kuning,” terang AKP Sutioso.
Atas kejadian ini, pihak pemadam kebakaran dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun di area terbuka selama kondisi cuaca kering guna meminimalkan risiko kebakaran serupa.






