100 Perwira Menengah Polair Ikuti Pembekalan Strategi Pengamanan Perairan Indonesia
Jakarta, 18 Agustus 2026, Barometer99.com – Sebanyak 100 peserta Dikbangspes Perwira Menengah Polair mengikuti pembekalan bertema _“Strategi Pengamanan Perairan Indonesia”_ yang diselenggarakan di Mako Pusdik Polair, Tanjung Priok, Jakarta.
Pembekalan ini disampaikan langsung oleh *PROF. DEDE FARHAN AULAWI* dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas perwira Polair dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan laut yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Prof. Dede menekankan 4 isu strategis yang menjadi fokus Polair ke depan.
*Pertama, Investigasi Kecelakaan Kapal.* Perwira dibekali pemahaman komprehensif terkait penanganan kasus tabrakan, kandas, ledakan, terbakar, hingga tenggelam. Kemampuan investigasi yang cepat, akurat, dan sesuai prosedur menjadi kunci dalam penegakan hukum serta perlindungan keselamatan pelayaran.
*Kedua, Yurisdiksi Polair dalam Pemeriksaan Kapal Asing & Kapal Dalam Negeri.* Prof. Dede menguraikan dasar hukum dan batasan kewenangan Polair dalam melakukan pemeriksaan, penindakan, serta koordinasi lintas instansi. Pemahaman yurisdiksi yang tepat dinilai penting agar setiap tindakan di laut memiliki kepastian hukum dan tidak menimbulkan konflik diplomatik.
*Ketiga, Asuransi Maritim.* Materi ini membahas peran asuransi dalam mitigasi risiko pelayaran, prosedur klaim, serta bagaimana Polair dapat bersinergi dengan pihak asuransi dalam proses penanganan insiden di laut. Pemahaman ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian kasus dan melindungi kepentingan nasional.
*Keempat, Peran Polair dalam Implementasi ISPS Code.* Sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap keamanan pelabuhan dan kapal, Polair memegang peran vital dalam mengawasi kepatuhan terhadap _International Ship and Port Facility Security Code_. Pembekalan ini mengulas tanggung jawab, mekanisme pengawasan, dan latihan pengamanan untuk mencegah ancaman terorisme dan kejahatan di wilayah perairan.
“Perairan Indonesia adalah urat nadi ekonomi dan kedaulatan bangsa. Perwira Polair harus menjadi garda terdepan yang profesional, humanis, dan menguasai aspek teknis maupun hukum. Laut yang aman adalah syarat mutlak untuk Indonesia maju,” ujar *PROF. DEDE FARHAN AULAWI*.
Kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi 100 Perwira Menengah Polair peserta Dikbangspes, sehingga mampu menjalankan tugas pengamanan perairan dengan lebih efektif, terukur, dan berwibawa.












