Tim Cegah Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri Perkuat Pencegahan Paham IRET Melalui Dialog Interaktif Bersama Mahasiswa.

Tim Cegah Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri Perkuat Pencegahan Paham IRET Melalui Dialog Interaktif Bersama Mahasiswa

Palembang – Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), Tim Cegah Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif dan Sosialisasi bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Kota Palembang, Sabtu (27/6/2026), bertempat di OPI Mall Palembang.

Kegiatan mengusung tema “Bahaya Paham IRET di dalam Genggaman” dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta civitas akademika STISIPOL Candradimuka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan STISIPOL Candradimuka Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si., para wakil ketua, ketua program studi, serta jajaran akademisi STISIPOL Candradimuka.

Dalam penyampaian materinya, Tim Cegah Satgaswil Sumsel menjelaskan dasar hukum pelaksanaan tugas pencegahan Densus 88 AT Polri serta pentingnya penguatan pemahaman terhadap Empat Konsensus Dasar Negara sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai sarana penyebaran paham radikal, sasaran aksi kelompok radikal, klaster ekstremisme berbasis kekerasan, serta faktor-faktor yang menyebabkan generasi muda rentan terpapar paham tersebut.

Tim Cegah juga memaparkan perkembangan modus operandi terbaru kelompok ekstremisme yang memanfaatkan media sosial, ruang digital, hingga permainan daring (game online) sebagai media penyebaran ideologi kepada anak-anak dan remaja. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa tindakan bullying dapat menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan kelompok radikal untuk melakukan pendekatan terhadap korban yang mengalami tekanan sosial maupun psikologis.

Melalui kegiatan ini, Tim Cegah Satgaswil Sumsel mengajak seluruh mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk propaganda di ruang digital, serta mendorong para mahasiswa, khususnya duta atau perwakilan mahasiswa, agar menjadi role model dan agen pencegahan dalam membangun lingkungan kampus yang aman, toleran, serta berwawasan kebangsaan.

Baca Juga :  Polda NTB Tangkap Oknum Polisi Polres Bima Kota dan Istri Terkait Narkoba

Kegiatan dialog interaktif berlangsung aktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap upaya pencegahan penyebaran paham IRET di lingkungan pendidikan.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ke depan, Tim Cegah Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri akan terus memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi, institusi pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat dalam rangka membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme di wilayah Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *