Seruan Haji Jalal Selamatkan Karhutla Kalimantan Seluruh Komponen Pemerintah Segera Bertindak
Barometer99.com – Anggota Komisi Xll DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haji Jalal Abdul Nasir, Ak., kebakaran yang melanda Kalimantan menyerukan kepada seluruh komponen pemerintah untuk segera bergerak, sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
“Seruan ini agar menjadi kecepatan merespon adanya penyelamatan dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan,” kata Haji Jalal, Jum’at (21/08/2026).
Haji Jalal berharap seluruh komponen pemerintah terkait dalam penanganan maupun pencegahan Karhutla yang terjadi di Kalimantan agar tidak terjadi dampak yang fatal, maka dari itu pihaknya menyerukan:
Pertama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementrian Kehutanan. Sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan dan lingkungan dan kehutanan, kedua kementrian harus mempercepat operasi pengendalian di kawasan hutan, mengoptimalkan sistem pemantauan
titik panas, serta memastikan Direktorat Jenderal Gakkum LHK menindak tegas pelaku pembakaran lahan tanpa pandang bulu, termasuk korporasi besar yang selama ini kerap mengeksploitasi hutan secara ilegal.
Kedua, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kami mendesak BNPB segera mengkoordinasikan status darurat di wilayah-wilayah terdampak parah, mengerahkan water bombing dan modifikasi cuaca secara masif, serta memastikan bantuan, hadir di titik-titik api sebelum kobaran meluas lebih jauh.
Ketiga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG harus memperkuat peringatan dini terhadap potensi kekeringan dan dampak El Nino, agar langkah antisipasi dapat diambil jauh sebelum api menyala, bukan setelah hutan telah menjadi abu.
Keempat, Pemerintah Daerah (Gubernur dan Bupati se-Kalimantan). Kami meminta kepala daerah segera menetapkan status siaga darurat di wilayah masing-masing serta mengaktifkan penuh Satgas Karhutla, dengan koordinasi lintas kabupaten yang cepat dan tidak birokratis.
Kelima, TNI dan Polri. Kami mengapresiasi personel yang telah berjuang di lapangan, dan mendorong agar operasi pemadaman terus diperkuat, disertai penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, siapa pun mereka.
Penutup Kalimantan adalah paru-paru dunia. Ketika ia terbakar, yang terbakar bukan hanya pohon dan lahan, tetapi juga harapan jutaan rakyat Indonesia akan masa depan yang layak. Kami akan terus mengawal dan mengawasi penanganan bencana ini, dan tidak akan berhenti menyuarakan hak rakyat Kalimantan untuk hidup dengan udara bersih dan hutan yang lestari. Sudah cukup Kalimantan menangis dalam diam. Saatnya negara hadir, bertindak cepat, dan
bertanggung. (Efendi)












