Polisi Berhasil Amankan Pelaku
Dompu, Barometer99.com- Aparat kepolisian dari jajaran Polres Dompu berhasil mengevakuasi seorang terduga pelaku pemanahan yang sempat dikepung ratusan warga di Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, pada Selasa (18/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
Identitas keseluruhan terduga pelaku berinisial; M (18), A (23), dan F (18). Sementara terduga pelaku berinisial M (18) diketahui mengamankan diri di salah satu rumah warga setelah diduga terlibat dalam aksi pemanahan yang dipicu persoalan pribadi.
Kendati demikian, situasi di lokasi sempat memanas karena banyaknya massa yang berkumpul dan berupaya melakukan aksi main hakim sendiri.
Peristiwa bermula dari pertemuan antara M (18) dengan dua rekannya, F(18) dan A(23), di Lapangan Woro, Desa Bakajaya.
Berdasarkan informasi, aksi pemanahan dilakukan oleh F yang diduga dilatarbelakangi rasa cemburu setelah melihat pacarnya bersama pria lain.
Setelah kejadian, ketiganya melarikan diri. Dalam di pelarian tersebut, saudara (M) terpisah dan dikejar warga hingga akhirnya berlindung di salah satu rumah warga.
Situasi semakin memanas karena ratusan warga mengepung lokasi persembunyian.
Kapolsek Woja IPTU Muh. Nor Kurniawan, bersama anggota segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Dompu. Melihat eskalasi massa yang meningkat, dilakukan penambahan kekuatan dari Sat Samapta serta Polsek Dompu untuk membantu pengamanan dan evakuasi.
Dengan strategi yang terukur, aparat gabungan melakukan sterilisasi lokasi dan pengalihan perhatian massa.
Meski sempat mendapat perlawanan dari warga yang berupaya menghalangi, petugas berhasil mengevakuasi saudara (M) dengan aman dan membawanya ke Mapolres Dompu beserta barang bukti berupa satu busur panah.
Kapolsek Woja IPTU Muh. Nor Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan langkah persuasif dan terukur dalam menangani situasi tersebut. Ia mengatakan, kami mengutamakan keselamatan semua pihak, baik masyarakat maupun terduga pelaku.
“Situasi di lapangan cukup dinamis karena banyaknya massa, sehingga kami lakukan koordinasi dan penguatan personel agar evakuasi dapat berjalan aman tanpa menimbulkan konflik lanjutan,” bebernya. (***).












