PPI Kabupaten Buru Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Namlea
NAMLEA, Barometer99.com — Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Buru memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di Masjid Jami Namlea, Kabupaten Buru, (4/9/2026). pada pukul 20.30 WIT.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh Ustadz Andi Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd., selaku penceramah, serta Majelis Al-Tania dan Majelis Nurul Nisa. Kegiatan tersebut juga diikuti para pengurus dan anggota Purna Paskibraka Kabupaten Buru.
Turut hadir Ketua PPI Kabupaten Buru Sofyan Muhammadia, Sekretaris PPI Rahmat Djafar, Ketua Bidang Kaderisasi dan Bela Negara Bambang Ariyanto Umar, Ketua Bidang Sosial, Agama dan Budaya Faradillah Toisuta serta seluruh jajaran pengurus PPI Kabupaten Buru.
Dalam sambutannya, Ketua PPI Kabupaten Buru Sofyan Muhammadia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat berjalan dengan baik.
Sofyan juga memberikan penghargaan kepada seluruh Purna Paskibraka yang telah berkontribusi, baik melalui pikiran, tenaga maupun dukungan finansial demi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Terima kasih juga kepada seluruh Purna Paskibraka yang telah memberikan sumbangsih pikiran, tenaga dan finansial sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujar Sofyan.
Pada kesempatan tersebut, Sofyan turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buru, Abdul Basir Toisuta, S.Sos., yang selama ini menjadi salah satu mitra kerja PPI Kabupaten Buru.
Menurutnya, sinergi dan dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam menjaga keberlangsungan program serta kegiatan PPI Kabupaten Buru, khususnya dalam membangun karakter generasi muda.
Sofyan menegaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial atau agenda tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk kembali mengingat sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi bukan sekadar acara tahunan, melainkan bentuk dari rasa mengenang kembali sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kita jadikan momentum Maulid ini sebagai contoh untuk mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita,” kata Sofyan.
Ia berharap, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut, seluruh keluarga besar PPI Kabupaten Buru dapat semakin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Andi Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd., serta rangkaian pembacaan Maulid Nabi yang diikuti oleh para jamaah dan seluruh peserta yang hadir. (*)












